Apa saja temuan rontgen pada osteonekrosis pediatrik pada tulang paha?

  Pemeriksaan sinar-X adalah alat dan dasar utama untuk diagnosis klinis penyakit ini. Pengambilan ortopantomogram dan rontgen katak secara teratur pada kedua pinggul dapat secara dinamis mengamati perubahan pada seluruh proses patologis. Dikombinasikan dengan empat tahap proses patologis, manifestasi rontgen biasanya dibagi menjadi empat tahap.  Tahap I (tahap sinovitis) Manifestasi utama adalah pembengkakan pada jaringan lunak di sekitar kepala femoralis. Kepala femoralis sedikit bergeser ke lateral, yaitu jarak kepala dan soket diperlebar, tetapi umumnya tidak lebih dari 2 hingga 3 mm. celah sendi sedikit melebar. Epifisis kepala femur mengalami osteoporosis ringan.  Stadium II (nekrosis iskemik) Manifestasi utama adalah gambaran epifisis femoralis yang tidak merata dengan hilangnya tekstur tulang. Jika nekrosis bersifat anterolateral, peningkatan densitas terbatas pada aspek anterolateral atas epifisis pada pandangan katak. Pada kasus nekrosis epifisis total, sering kali terdapat deformitas yang rata.  Stadium III (fragmentasi atau regenerasi) Manifestasi utama adalah area sklerotik dan jarang. Leher femoralis menjadi lebih pendek, lebih lebar dan nekrotik, dan epifisis yang sesuai dari kepala femoralis mengalami lesi, yang pada kasus ringan muncul sebagai osteoporosis atau pada kasus yang parah sebagai perubahan kistik. Epifisis tidak teratur, atau menutup sebelum waktunya.  IV (fase penyembuhan atau posterior) Manifestasi utama adalah kecenderungan ke arah kepadatan epifisis yang seragam, tetapi epifisis kepala femoralis membesar secara signifikan dan berubah bentuk (misalnya oval, pipih, berbentuk jamur, berbentuk pelana). Subluksasi sendi panggul. Bentuk acetabulum berubah sesuai dengan kepala femur, misalnya menjadi dangkal, membesar, dan celah medial meningkat.