Jangan percaya, diabetes meningkatkan risiko stroke!

Meskipun beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa diabetes menempatkan pasien pada risiko kondisi seperti penyakit jantung, stroke dan gagal ginjal, gaya hidup sehat dan terapi insulin dapat membantu mengurangi risiko ini.

Apa yang dimaksud dengan stroke?

Stroke terjadi apabila salah satu dari sekian banyak pembuluh darah yang memasok oksigen ke otak rusak atau tersumbat. Jika aliran darah terputus selama lebih dari 3 hingga 4 menit, bagian otak yang disuplai oleh pembuluh darah ini akan mulai mati.

Ada dua jenis stroke.

stroke hemoragik yang disebabkan oleh arteri yang pecah.
stroke iskemik yang disebabkan oleh arteri yang tersumbat.

Diabetes dapat membuat tubuh lebih sulit merespons stroke. Apabila suplai oksigen terputus, arteri lain biasanya dapat bertindak sebagai bypass untuk menyediakan aliran darah ke arteri tersebut. Tetapi dengan diabetes, pembuluh darah ini dapat mengeras atau tersumbat oleh plak, suatu kondisi yang disebut aterosklerosis, yang membuat darah lebih sulit untuk sampai ke otak.

Penyebab

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama untuk stroke. Faktor risiko lainnya termasuk merokok dan peningkatan low-density lipoprotein (LDL), atau kolesterol “jahat”.

Gejala

Stroke adalah keadaan darurat, apakah Anda menderita diabetes atau tidak. Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami salah satu gejala berikut ini

Mati rasa atau kelemahan mendadak pada wajah, lengan atau kaki (terutama pada satu sisi tubuh).
Bermasalah dalam berbicara atau memahami kata-kata dan kalimat sederhana.
Penglihatan kabur secara tiba-tiba atau kehilangan penglihatan pada satu atau kedua mata.
Kesulitan menelan yang tiba-tiba.
Pusing, kehilangan keseimbangan atau kurangnya koordinasi.
Kehilangan kesadaran singkat.
Ketidakmampuan mendadak untuk menggerakkan bagian tubuh (kelumpuhan).
Sakit kepala yang tiba-tiba, tidak dapat dijelaskan dan parah.

Pengobatan

Obat trombolitik yang disebut aktivator fibrinogen tipe jaringan (tPA) digunakan untuk mengobati stroke iskemik. Obat ini harus diberikan dalam waktu 3 jam pertama setelah timbulnya gejala stroke untuk melarutkan gumpalan darah yang menyumbat arteri dan membantu memulihkan aliran darah ke jaringan otak. Namun demikian, ini tidak cocok untuk semua stroke iskemik, khususnya jika Anda pernah menjalani pembedahan besar dalam waktu 2 minggu terakhir, atau baru-baru ini mengalami cedera kepala.

Selain itu, beberapa obat yang baru dikembangkan dan masih bersifat eksperimental dapat menghentikan atau bahkan membalikkan kerusakan otak jika digunakan segera setelah stroke.

Pilihan pengobatan lainnya termasuk prosedur yang disebut endarterektomi karotis, yang menghilangkan plak dari arteri karotis, yang memasok otak dengan sebagian besar darah yang dibutuhkannya. Pengobatan lain disebut angioplasti karotis dan pemasangan stent, di mana balon kempis dimasukkan ke dalam arteri untuk melebarkan dinding, diikuti oleh stent jala untuk menjaga arteri tetap terbuka. Prosedur ini mungkin tidak efektif, khususnya jika pasien menderita diabetes.

Ada cara lain untuk menghilangkan gumpalan darah dari otak. Untuk sebagian pasien, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah menyetujui perangkat seperti Intracranial Thrombus Isolation and Aspiration Combo System, yang dapat menghilangkan gumpalan darah setelah pasien mengalami stroke.

Bagaimana saya bisa mencegah stroke?

Jika Anda menderita diabetes dan dokter mencurigai bahwa arteri Anda mengalami sklerotik, Anda mungkin disarankan untuk mengubah pola makan dan gaya hidup Anda, serta obat yang Anda gunakan, untuk mencegah penyumbatan yang menyebabkan stroke. Cara-cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kemungkinan Anda terkena stroke, antara lain sebagai berikut.

Berhenti merokok.
Mengontrol kadar gula darah.
Mempertahankan berat badan yang sehat.
Berolahraga secara teratur.
Periksa kolesterol Anda (terutama LDL, atau kolesterol yang ‘tidak begitu baik’). Tujuannya adalah memiliki kadar LDL kurang dari 100 mg/dL. Dokter Anda dapat merekomendasikan perubahan pola makan untuk membantu menurunkan kadar ini.
Batasi jumlah alkohol yang Anda minum. Maksimum 1 minuman per hari untuk wanita dan 2 minuman per hari untuk pria.
Ukurlah tekanan darah Anda. Jika tekanan darah Anda tinggi, dokter akan memberi tahu Anda cara mengendalikannya.
Jika dokter Anda meresepkan obat pencegahan, pastikan Anda menggunakannya.
Jika dokter Anda meresepkan aspirin, minumlah setiap hari. Untuk mencegah penyakit jantung, beberapa orang dengan diabetes mungkin mendapat manfaat dari penggunaan aspirin dosis rendah (81 sampai 325 mg per hari).