Cara mencegah penyakit jantung koroner

  I. Pola makan yang rasional

  ”Makanan adalah kunci kesehatan masyarakat”. Ada banyak hal yang bisa dipelajari tentang makanan.

  Pola makan yang wajar dapat disimpulkan dalam dua kata: satu, dua, tiga, empat, lima. Merah, kuning, hijau, putih dan hitam.

  Satu mengacu pada satu kantong susu per hari. Dua berarti sekitar 250 gram karbohidrat per hari. Tiga berarti tiga porsi makanan berprotein tinggi per hari (satu porsi setara dengan satu atau dua tael daging tanpa lemak; dua tael tahu; satu telur besar; setengah tael kedelai; dua tael ikan dan udang atau dua tael ayam dan bebek). . Empat berarti empat frasa: kasar dan halus, tidak manis dan tidak asin, tiga, empat, lima kali makan, tujuh atau delapan porsi penuh. Lima berarti 500 gram sayuran dan buah per hari.

  Merah mengacu pada anggur merah: minum 50-100 ml anggur merah setiap hari dapat meningkatkan kolesterol HDL dan mengurangi risiko aterosklerosis pada orang paruh baya dan lanjut usia. Namun, semakin sedikit anggur yang Anda minum, semakin baik.

  Kuning mengacu ke sayuran kuning: seperti wortel, ubi jalar, labu, jagung dan tomat. Sayuran ini kaya akan karoten, yang dapat diubah menjadi vitamin A dalam tubuh.

  Hijau mengacu pada teh hijau: teh adalah minuman yang paling elegan. Teh hijau mengandung polifenol paling banyak dan memiliki efek radikal bebas anti-oksidan yang kuat, anti-aterosklerosis dan anti-kanker.

  Putih mengacu pada tepung oat dan oatmeal: oat lebih kaya protein dan lisin daripada beras dan gandum, dan dapat menurunkan kolesterol darah dan trigliserida.

  Hitam mengacu pada jamur hitam: jamur hitam memiliki agregasi anti-platelet yang jelas, antikoagulasi dan efek penurun kolesterol.

  Kedua, olahraga ringan

  ”Sinar matahari, udara, air dan olahraga, yang merupakan sumber kehidupan dan kesehatan.”

  Umumnya, orang paruh baya dan lanjut usia tidak menganjurkan latihan metabolisme anaerobik seperti angkat berat, jousting dan lari 100 meter, tetapi latihan metabolisme aerobik seperti berjalan, jogging, berenang, bersepeda, naik tangga, mendaki gunung, permainan bola, aerobik dan taijiquan.

  Tiga prinsip latihan harus dipatuhi: konsisten, teratur dan moderat. Dengan kata lain, berolahragalah secara teratur, bertahap dan secukupnya sesuai dengan kemampuan Anda.

  Biasanya aman untuk berolahraga dalam “tiga, lima dan tujuh”.

  ”Tiga” berarti berjalan kaki sekitar tiga kilometer sehari selama setidaknya 30 menit.

  ”Lima” berarti berolahraga lebih dari lima kali seminggu, dan hanya olahraga teratur yang bisa efektif.

  ”Tujuh” berarti bahwa detak jantung ditambah usia setelah berolahraga adalah sekitar 170, yang merupakan tingkat latihan sedang.

  C. Berhenti merokok dan membatasi alkohol

  ”Merokok berbahaya bagi kesehatan. Demi kesehatan Anda dan kesejahteraan keluarga Anda, tolong hentikan kebiasaan buruk merokok.

  Keberhasilan berhenti merokok tergantung pada sikap pengetahuan, keyakinan dan tindakan perokok, yaitu ketekunan dan tekad.

  Ketika sulit untuk berhenti merokok, risiko relatif merokok berkurang secara signifikan dengan membatasi jumlah rokok yang dihisap kurang dari 5 batang per hari.

  Alkohol memiliki efek regulasi kardiovaskular dua arah, minum dalam jumlah sedang bermanfaat, tetapi tidak pernah penyalahgunaan alkohol.

  IV. Keseimbangan mental

  ”Puaslah dengan apa yang Anda miliki”. Mempertahankan suasana hati yang baik dan bahagia dapat melawan berbagai faktor yang tidak menguntungkan di lingkungan internal dan eksternal organisme dan kondusif bagi kesehatan fisik. Di antara semua tindakan perawatan kesehatan, keseimbangan mental adalah yang paling penting. Pikiran yang sehat adalah: ceria, santai, baik hati, suka menolong, tekun dalam anggota badan, teratur dalam hidup, mencintai kerja keras dan olahraga.