Tenggorokan berair, lemah, dan sakit hanya karena pilek? Bisa juga karena polio

(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah dan informasi dalam konten berikut ini telah diproses untuk melindungi privasi pasien)
Abstrak: Ini adalah kasus seorang anak perempuan berusia 2 tahun yang didiagnosis menderita polio di luar negeri beberapa waktu yang lalu, ketika ia hanya mengalami gejala demam dan sakit tenggorokan dan tidak diobati. Anak tersebut baru saja kembali ke Amerika Serikat dan dalam 2 hari terakhir mengalami pilek dan pilek, mentalnya lemah dan berjalan dengan tidak stabil, sehingga keluarga khawatir ini adalah tanda kelumpuhan, sehingga mereka datang ke klinik. Setelah melakukan pemeriksaan darah rutin dan pemeriksaan fisik secara mendetail, ia didiagnosis menderita polio ringan dan disarankan untuk beristirahat di rumah dan kontrol ke klinik setelah 1 minggu.
Informasi dasar】Perempuan, usia 2 tahun
Jenis penyakit】 Polio ringan (tipe non-paralitik)
Rumah Sakit】Rumah Sakit Rakyat Keenam Shanghai
Tanggal Konsultasi】September 2021
Rencana Perawatan】 Istirahat di rumah untuk mengamati pemulihan
Periode Perawatan】Observasi di rumah selama 1 minggu, rawat jalan selama 1 minggu
Efektivitas】 Pilek dan pilek membaik, energi mental normal
I. Konsultasi awal
Seorang ibu datang ke klinik dengan menggendong anaknya, mengeluh bahwa anaknya mengalami gejala pilek dan flu selama dua hari terakhir, dan secara mental lemah dan tidak aktif, merasa lemas saat berjalan dan berlari. Ia didiagnosis menderita poliomyelitis oleh dokter asing yang memeriksa antibodi spesifik pada anaknya, namun pada saat itu, anak tersebut hanya mengalami demam dan sakit tenggorokan dan dinilai memiliki bentuk penyakit yang ringan dan tidak paralisis. Namun, anak tersebut datang ke klinik dalam dua hari terakhir dengan lebih banyak kelemahan mental dan perasaan lemah dalam berjalan dan berlari, sehingga ia diberi pemeriksaan fisik khusus. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik yang teliti, termasuk pemeriksaan neurologis, refleks superfisial, refleks dalam, serta pemeriksaan kekuatan dan tonus otot, semuanya normal. Anak tersebut diizinkan untuk berlari dan melompat sedikit dan tidak ada kelainan yang signifikan.
II. Pengobatan
Setelah serangkaian tes, anak tersebut dianggap lelah dan tidak ingin bergerak. Tes darah pada dasarnya normal, dengan hanya sedikit penurunan volume trombosit dan hemoglobin rata-rata. Ibu anak tersebut diinstruksikan untuk beristirahat di rumah, minum banyak cairan, memantau pemulihan kondisinya dan kembali ke dokter setelah 1 minggu observasi.
Efek pengobatan
Anak tersebut beristirahat di rumah selama satu minggu seperti yang diresepkan oleh dokter dan kembali ke klinik satu minggu kemudian. Ibu anak tersebut mengatakan bahwa suhu tubuhnya normal selama sakit dan bersin-bersin serta pileknya membaik. Kondisi mental anak membaik, nafsu makan meningkat, dan kualitas tidurnya di malam hari membaik.
IV. Catatan
Saya senang bahwa anak tersebut dapat mencapai kesembuhan yang efektif melalui istirahat yang cukup dan pengkondisian diri. Meskipun anak telah pulih, orang tua perlu lebih waspada dalam kehidupan sehari-hari, karena infeksi virus apa pun memiliki peluang tertentu untuk menyerang sistem saraf. Jika Anda mendapati anak Anda mengalami mati rasa pada anggota tubuh, bicara cadel, atau hemiplegia, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf anak.
Orang tua juga disarankan untuk mengawasi perlindungan diri anak-anak mereka, meningkatkan kebersihan tangan, dan menjaga lingkungan tetap bersih dan berventilasi baik. Anak-anak juga disarankan untuk lebih banyak berolahraga untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka dan mengurangi kejadian penyakit.
V. Wawasan pribadi
Dengan penyebaran vaksin polio di Cina, polio sebagian besar telah menghilang dan hanya dalam kasus yang jarang terjadi, terutama pada anak-anak dengan kekurangan autoimun, mungkin ada risiko infeksi. Jika terinfeksi dengan bentuk polio ringan, seperti dalam kasus ini, kondisi ini biasanya sembuh dengan baik dengan istirahat yang cukup dan perbaikan diri. Dan berikut ini adalah beberapa hal yang dapat disimpulkan dari kasus ini.
1. Vaksin polio merupakan payung yang sangat efektif untuk mencegah polio dan harus diberikan secara tepat waktu dan tepat sasaran. 
2. kejadian polio rendah di Cina, tetapi ada infeksi virus lain, sehingga perhatian terus-menerus perlu diberikan pada semua aspek gejala anak, terutama manifestasi neurologis, dan pengobatan perlu dilakukan tepat waktu agar tidak menunda kondisi
3. Untuk penyakit menular musiman, pencegahan lebih penting. Perlindungan pribadi harus dilakukan setiap saat untuk menghindari berbagai penyakit menular melalui kontak
4. Anak-anak harus diberikan latihan fisik secara berkala untuk meningkatkan kebugaran fisik dan meningkatkan daya tahan tubuh mereka terhadap penyakit untuk mengurangi kejadian penyakit.