Respons insulin: Istilah lain untuk hipoglikemia pada penderita diabetes. Hal ini terjadi apabila penderita diabetes diberi terlalu banyak insulin, makan terlalu sedikit, atau berolahraga tanpa makan makanan tambahan.
Syok insulin: Kondisi parah yang terjadi apabila kadar gula darah turun secara cepat.
Reseptor insulin: Area di luar sel yang memungkinkan insulin dalam darah menempel atau berikatan dengan sel. Ketika sel dan insulin berikatan, sel dapat mengekstrak glukosa dari darah dan menggunakannya untuk menghasilkan energi.
Resistensi insulin: Efek ini dapat terjadi pada insulin yang diproduksi di dalam tubuh dan insulin yang disuntikkan, apabila insulin menjadi kurang efektif pada sel otot, lemak dan hati. Akibatnya, kadar insulin yang lebih tinggi diperlukan untuk menurunkan gula darah.
Hipoglikemia: Kondisi ini sering terjadi pada orang yang menderita diabetes, sebagian besar ketika terlalu banyak insulin dan tidak cukup glukosa dalam tubuh.
Hiperglikemia: Kondisi ini cukup umum terjadi pada penderita diabetes. Banyak faktor yang dapat menyebabkan hiperglikemia. Hiperglikemia terjadi apabila tubuh memiliki cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin yang dimiliki tubuh.
Hipertensi: Suatu kondisi yang terjadi apabila darah mengalir melalui pembuluh darah dengan kekuatan yang lebih besar daripada normal. Tekanan darah tinggi meningkatkan beban pada jantung, merusak arteri dan meningkatkan risiko serangan jantung, stroke dan masalah ginjal, juga dikenal sebagai ‘gangguan hipertensi’. Target tekanan darah untuk penderita diabetes adalah kurang dari 130/80mmHg.
Faktor risiko: Faktor apa pun yang meningkatkan peluang seseorang terkena penyakit atau kondisi.
Penyakit autoimun: Penyakit sistem kekebalan tubuh di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dirinya sendiri. Penyakit ini termasuk diabetes tipe 1, hipertiroidisme yang disebabkan oleh penyakit Graves dan hipotiroidisme yang disebabkan oleh penyakit Hashimoto.