Lesi putih pada vulva Tanya Jawab

Apa yang dimaksud dengan lesi putih pada vulva? Lesi putih pada vulva adalah bercak putih yang terbatas atau menyebar pada kulit di area kemaluan wanita, yang dapat disertai rasa gatal, atrofi kulit, dan bahkan nyeri. Jenis patologis yang umum terjadi adalah vulva sclerosing moss dan hiperplasia epitel skuamosa vulva. Apa saja tanda-tanda lesi vulva putih? Gejala yang paling umum dari lesi vulva putih adalah rasa gatal yang hebat, yang dapat diikuti oleh rasa sakit yang disebabkan oleh erosi, terutama saat buang air kecil, buang air besar dan hubungan seksual. Lesi dapat melibatkan labia, perineum dan kulit perineum, dan dapat menyebabkan atrofi atau perlekatan pada struktur vulva, hilangnya labia minora dan bahkan penyempitan lubang vagina. Apa penyebab lesi vulva putih? Penyebab lesi vulva putih tidak jelas dan mungkin multifaktorial, termasuk faktor autoimun, faktor genetik, faktor infeksi, dan iritasi inflamasi kronis pada vulva. Kondisi ini dapat diperparah dengan adanya inkontinensia, infeksi Candida, dan dermatitis kontak. Apakah lesi putih pada vulva dapat menjadi kanker? Terdapat korelasi antara lesi vulva putih dan kanker vulva, tetapi lesi vulva putih bukanlah lesi tumor dan tidak dapat disebut sebagai “lesi prakanker”. Tingkat kanker lesi vulva putih dapat mencapai 5%, tetapi dengan pengobatan standar, risiko kanker dapat dikurangi secara signifikan. Apakah lesi putih pada vulva menular? Pemeriksaan patologis lesi vulva putih menegaskan bahwa umumnya tidak ada infeksi bakteri atau virus, yang berarti bahwa lesi vulva putih tidak menular dan tidak akan ditularkan melalui kehidupan seksual. Apa saja pengobatan untuk lesi putih pada vulva? Lesi putih pada vulva adalah sejenis lesi jinak lokal. Saat ini, pengobatan konservatif lebih disukai, termasuk kortikosteroid topikal, terapi ultrasound terfokus pada vulva, dan pengobatan herbal Tiongkok. Apakah lesi putih pada vulva dapat kambuh lagi? Pengobatan lesi putih pada vulva sulit dilakukan dan perjalanan penyakitnya cenderung berulang. Oleh karena itu, pengobatan jangka panjang dan tindak lanjut harus dilakukan, dan pengobatan tidak boleh dihentikan dengan mudah. Bagaimana cara mencegah lesi putih pada vulva? Pasien harus menjaga vulva tetap bersih dan kering, melarang penggunaan obat iritasi atau sabun untuk mencuci vulva, dan umumnya mencuci dengan air hangat, suhu air tidak boleh terlalu panas. Pada saat yang sama, secara aktif mengobati peradangan ginekologi, seperti mikosis fungoides, untuk mengurangi rangsangan inflamasi pada vulva.