Aktif secara fisik dapat menurunkan kadar gula darah dan membuat Anda tetap sehat. Jika Anda tidak yakin harus mulai dari mana, seorang pelatih pribadi dapat membantu.
Pilih pelatih yang memiliki pengalaman melatih penderita diabetes. Anggaplah pelatih sebagai pelatih, pendidik dan orang kepercayaan. Dokter akan mengembangkan program latihan yang sesuai dengan tingkat kesehatan pasien. Bertemu dengan pelatih kira-kira 2 hingga 3 hari seminggu. Anda bisa berlatih dengan pelatih di rumah atau di gym.
Pelatih akan membantu pasien untuk tetap mengikuti program latihan dengan aman dan memandu pasien melalui latihan yang berbeda dengan gerakan yang benar. Pelatih akan menunjukkan kepada pasien cara mengangkat beban dengan aman dan mengajari mereka cara menggunakan peralatan kardio dengan benar.
“Pelatih dapat membantu orang tetap fokus dan berada di jalur yang benar,” kata John Saeger, presiden Basic Fitness Centre di Doylestown, Ohio, AS. Ditambah lagi, bertemu dengan pelatih secara teratur dapat menyulitkan Anda untuk berhenti berolahraga secara teratur.
Manfaatkan latihan Anda sebaik-baiknya
Buatlah rencana & nbspbsp; Sebelum Anda mulai, buatlah rencana latihan dengan dokter Anda tentang cara menangani gula darah rendah. Jika kadar gula darah turun berulang kali selama atau setelah berolahraga, beri tahu dokter Anda.
Lakukan latihan “Fokuskan 100% perhatian Anda saat Anda melakukan latihan,” kata Saeger. Jangan terganggu dan fokus pada latihan.
Tetap konsisten Olahraga sesekali tidak akan meningkatkan kesehatan Anda. Anda harus konsisten untuk mendapatkan hasil. Buatlah rencana latihan rutin yang sesuai dengan rutinitas Anda.
Jujurlah, jika Anda merasa ada sesuatu yang tidak benar, katakan kepada pelatih Anda. “Pelatih akan membantu Anda dan mencari tahu alasannya,” kata Saeger. Jika Anda ragu, katakan kepada pelatih Anda.
Perhatikan batasan Anda Perhatikan kadar gula darah Anda. Pada sebagian kasus, pasien mungkin perlu ngemil atau menghindari olahraga berat.
Tindakan pencegahan olahraga bagi penderita diabetes
Periksa kadar gula darah. Pasien mungkin mengalami penurunan gula darah selama atau setelah berolahraga. Lonjakan glukosa darah juga dapat terjadi selama atau setelah latihan yang intens. Lakukan tes glukosa darah sebelum dan sesudah berolahraga untuk melihat bagaimana tubuh Anda merespons latihan yang berbeda.
Jika kadar glukosa darah turun terlalu banyak, bawalah camilan kecil, jus atau tablet glukosa. Jika gula darah Anda rendah (100 mg/dL atau lebih rendah) sebelum berolahraga, makanlah karbohidrat terlebih dahulu.
Tahu kapan harus berhenti. Jika gula darah tinggi sebelum latihan, tes keton dalam darah atau urin. Jika tes menunjukkan keton, maka jangan berolahraga berlebihan. Pilihlah untuk melakukan latihan yang mudah dan intensitas rendah.