Asosiasi Anti-Kanker Tiongkok dan Dana Kanker Dunia bersama-sama menyelenggarakan seminar akademis untuk mengajukan 14 rekomendasi diet untuk pencegahan kanker. 1. Pengaturan pola makan yang wajar. Diet harus memiliki nutrisi yang cukup, dan makanan harus beragam, terutama makanan nabati, yang harus memenuhi lebih dari 2/3 dari setiap kali makan. Harus ada berbagai macam sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sereal yang diproses secara kasar dalam makanan nabati. 2. Kontrol berat badan. Hindari kekurangan atau kelebihan berat badan, dan batasi kenaikan berat badan tidak lebih dari 5 kg pada usia dewasa. Karena kelebihan berat badan atau obesitas yang berlebihan. Risiko kanker endometrium, kanker payudara, kanker ginjal, dan kanker usus sangat tinggi. 3 . Tetaplah berolahraga. Jika ada sedikit aktivitas atau hanya aktivitas ringan di tempat kerja, sekitar 1 jam jalan cepat atau olahraga yang serupa harus dilakukan setiap hari. Setidaknya satu jam olahraga berat harus dilakukan setiap minggu. 4, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan. Mengonsumsi 400-800 gram berbagai jenis sayuran dan buah-buahan setiap hari dapat mengurangi risiko kanker hingga 20%, terutama kanker mulut, kanker nasofaring, kanker kerongkongan, kanker paru-paru, kanker perut, kanker usus besar, dan kanker dubur. Makanlah lima atau lebih dari lima jenis sayuran dan buah-buahan setiap hari. 5. Makan lebih banyak makanan bertepung. Makanlah 600-800 gram berbagai jenis sereal, kacang-kacangan, akar dan batang tanaman setiap hari, dan semakin sedikit makanan yang diproses, semakin baik. Untuk membatasi asupan gula rafinasi, pati makanan memiliki peran mencegah kanker usus besar dan kanker rektum, sedangkan diet tinggi serat berpotensi mencegah kanker usus besar, kanker rektum, kanker payudara, dan kanker pankreas. 6. Konsumsi alkohol. Disarankan untuk tidak minum alkohol. Kalaupun Anda ingin minum alkohol, batasi tidak lebih dari dua gelas sehari untuk pria dan satu gelas untuk wanita (satu gelas anggur setara dengan 250 ml bir, 100 ml anggur buah, atau 25 ml anggur putih). Konsumsi alkohol secara teratur meningkatkan risiko kanker mulut, kanker faring, kanker kerongkongan, kanker hati primer, kanker usus besar, kanker dubur dan kanker payudara. 7, makanan daging. Jika Anda suka makan daging, asupan daging merah sebaiknya kurang dari 90 gram per hari, dan yang terbaik adalah mengganti daging merah dengan ikan dan unggas atau hewan buruan. Daging merah meningkatkan risiko kanker usus besar, kanker dubur, kanker pankreas, kanker ginjal, kanker prostat, kanker payudara. 8, lemak. Batasi asupan makanan berlemak tinggi, terutama lemak hewani. Pilihlah minyak nabati yang tepat dan jumlah yang moderat. 9, kurangi makan garam. Batasi asupan makanan yang diawetkan dan kendalikan penggunaan garam masak dan garam bumbu. Diet tinggi garam meningkatkan risiko kanker perut, dan Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan asupan garam harian kurang dari 6 gram per orang. 10, penyimpanan makanan. Jangan mengkonsumsi makanan yang sudah terlalu lama berada di suhu ruangan dan mungkin terkontaminasi racun jamur. 11. Pengawetan makanan yang mudah rusak. Gunakan pendingin atau metode pengawetan lain yang sesuai. 12. Bahan tambahan dan residu makanan. Zat aditif, kontaminan, dan residu dalam makanan tunduk pada peraturan yang ketat dan keberadaannya tidak berbahaya, tetapi penggunaan yang sembarangan atau tidak tepat dapat mempengaruhi kesehatan. 13. Metode memasak. Jangan makan makanan yang gosong. Ikan dan daging yang dipanggang harus dipanggang untuk menghindari kuah yang gosong. Ikan, daging, dan daging yang dipanggang langsung di atas api hanya boleh dimakan sesekali. Cara terbaik adalah merebus, mengukus, dan menumis makanan. 14. Suplemen nutrisi. Suplemen nutrisi umumnya tidak diperlukan bagi orang-orang yang mengikuti saran ini.