Langkah pertama dalam konjungtivitis adalah mengidentifikasi penyebab penyakit dan apa yang menyebabkan konjungtivitis. Penyebab konjungtivitis dapat dibagi ke dalam dua kategori, infeksi dan non-infeksi, tergantung pada sifatnya yang berbeda. (i) Infeksi karena infeksi konjungtiva oleh mikroorganisme patogen. Peradangan alergi non-infeksius yang disebabkan oleh reaksi alergi lokal atau sistemik adalah yang paling umum, sementara faktor fisik dan kimia eksternal seperti cahaya dan berbagai bahan kimia juga dapat menjadi penyebab. Konjungtivitis pada anak-anak juga sebagian besar disebabkan oleh kedua penyebab ini, karena mereka tidak memperhatikan kebersihan, menggosok mata mereka dengan tangan yang kotor dan memiliki jaringan konjungtiva yang belum berkembang yang rentan terhadap zat alergen. Jika terjadi konjungtivitis menular: tetes mata antibakteri atau antivirus atau salep mata. Tergantung pada diagnosis etiologi, obat yang tepat dipilih. Contohnya, larutan mata tobramycin dan salep mata eritromisin untuk infeksi bakteri dan larutan mata asiklovir untuk infeksi virus. Untuk konjungtivitis non-infeksi, seperti konjungtivitis alergi, jangan salah menggunakan antibiotik, tetapi gunakan obat tetes mata anti-alergi seperti larutan mata sodium cromoglycate. Oleh karena itu, anak-anak yang menderita konjungtivitis harus diobati sesuai dengan penyebab spesifiknya dan hindari obat-obatan yang tidak cocok untuk anak-anak.