Bagaimana cara merawat patah tulang anak?

  1. Saat menggunakan imobilisasi plester, harus berhati-hati untuk mengangkat anggota tubuh yang terkena. Tujuannya adalah untuk mengurangi atau menghindari pembengkakan pada anggota tubuh yang terkena. Selain itu, perhatian harus diberikan untuk mencegah lecet pada kulit dan luka tekan. Selama perawatan harian, amati kondisi umum anak, posisi fiksasi eksternal, dan terutama aliran darah ke tungkai yang terkena: warna kulit, suhu, dan sensasi. Ketika pembengkakan mereda, fiksasi eksternal harus dipasang kembali tepat waktu. Jika perlu, pergilah ke rumah sakit untuk meninjau fraktur, meninjau film sinar-X, amati apakah fraktur bergeser, dan pahami situasi fraktur.  2. Perawatan kulit. Kulit anak-anak sangat halus dan rentan terhadap infeksi, dan setelah terinfeksi mudah menyebar.  3. Perhatikan kebersihan dan higienitas kulit di seluruh tubuh, dan rawatlah dengan baik di pagi dan malam hari, terutama di lipatan kulit seperti leher dan ketiak serta area yang mudah tertekan. Cegah gigitan nyamuk saat cuaca panas. Bayi harus mencuci perineum mereka dengan lembut setelah setiap buang air besar. Untuk mencegah serangga merayap ke dalam plester, cuci kulit anak dan kotoran yang jatuh ke dalam plester secara teratur.  Anak-anak dengan cedera tulang sering terbaring di tempat tidur dan memerlukan posisi khusus untuk memastikan penyembuhan patah tulang yang lancar. Tergantung pada kondisi dan kebutuhan dokter, anak harus dibalikkan secara teratur.  5. Diet: Nutrisi yang cukup adalah dasar material untuk memperbaiki jaringan yang rusak, menghasilkan energi dan mempertahankan aktivitas fisiologis. Sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak dan kebutuhan pengobatan, pola makan harus disesuaikan dengan memperhatikan rasio berbagai nutrisi, dan perbanyak minum makanan yang mengandung kalsium seperti susu. Untuk anak-anak dengan anoreksia, penting untuk memvariasikan makanan dari waktu ke waktu untuk mendorong makan dan mencegah kekurangan gizi. Saat memberi makan anak kecil atau mereka yang perlu ditempatkan dalam posisi terlentang, jangan berikan makanan dalam jumlah besar atau bujuk anak untuk menghindari tersedak dan batuk secara tidak sengaja.