Berapa bulan bayi Anda bisa mengonsumsi tepung beras?

  Tepung beras adalah makanan pendamping ilmiah untuk melengkapi dan memberikan nutrisi bagi bayi. Orang tua dapat menambahkan tepung beras kepada bayi mereka setelah mereka dapat menambahkan makanan pendamping ASI.

  I. Manfaat tepung beras untuk bayi

  Tepung beras untuk bayi memiliki manfaat sebagai berikut.

  1.Melengkapi nutrisi yang tidak mencukupi dalam susu: menambahkan tepung beras dan makanan pendamping lainnya dapat melengkapi kekurangan zat besi dan vitamin D dalam ASI secara tepat waktu.

  2.Melatih kemampuan menelan bayi: bayi dapat mulai dengan makan makanan seperti pasta, halus dan lembut dan secara bertahap beradaptasi dan menerima makanan padat yang dimakan oleh orang dewasa.

  3.Mempersiapkan untuk menyapih: makanan pendamping secara bertahap menggantikan susu, memungkinkan bayi untuk secara bertahap berubah dari mengisap susu menjadi mengunyah makanan dengan cara yang sama seperti orang dewasa.

  4, untuk membuka kecerdasan bayi: menambahkan makanan pendamping dapat memberi bayi berbagai rangsangan, dan dengan demikian mencapai tujuan pencerahan intelektual.

  5, melatih kemampuan mengunyah: Penambahan makanan pendamping tepat waktu kondusif untuk melatih fungsi mengunyah bayi, yang kondusif untuk perkembangan tulang rahang dan erupsi gigi.

  Dua, waktu bagi bayi untuk makan tepung beras

  Bayi bisa makan tepung beras setelah usia 6 bulan. Anda bisa mulai dengan tepung beras bayi, lalu perlahan-lahan menambahkan makanan pendamping lainnya setelah fungsi pencernaan bayi Anda beradaptasi. Apabila menambahkan makanan pelengkap, Anda harus mengikuti prinsip-prinsip dari satu ke banyak, dari jumlah sedikit ke jumlah yang tepat, dari tipis ke tebal, dari halus ke kasar.

  3. Bagaimana memilih tepung beras untuk bayi Anda

  Tidak semua tepung beras cocok untuk bayi. Orang tua dapat merujuk pada poin-poin berikut ini ketika memilih tepung beras.

  1. Pilih produk bermerek: disarankan untuk memilih merek-merek besar dengan reputasi yang baik, yang kualitasnya relatif lebih terjamin.

  2. Periksa tanda produk: lihat apakah tanda yang seharusnya ada pada komoditas normal sudah lengkap, dan apakah tanda-tanda khusus untuk produk bayi dan petunjuknya tercetak pada kemasan.

  3. Periksa tabel nutrisi: lihat apakah nutrisi spesifik yang terkandung dan kandungannya berada dalam kisaran yang wajar.

  4. Periksa petunjuk kemasan: periksa apakah ada petunjuk sugestif pada kemasan luar, seperti makanan tambahan untuk masa penyapihan.

  5, lihat warna dan baunya: krem normal, ukurannya seragam, wangi murni, memancarkan aroma tepung beras yang unik, dan tidak ada bau lainnya.

  6 . Lihatlah bentuk jaringan dan kemampuan bercampurnya: longgar dan bebas gumpalan, dan seperti lumpur setelah pencampuran.

  Empat, bayi makan tepung beras tindakan pencegahan

  Meskipun tepung beras cocok untuk bayi, orang tua perlu memperhatikan hal-hal berikut ini ketika memberi makan bayi mereka tepung beras untuk menghindari ketidaknyamanan pada mereka.

  1. Suhu air tidak boleh terlalu tinggi. Lebih baik menggunakan air matang untuk mengeringkan sekitar 40-50 derajat untuk menyiapkan tepung beras.

  2. Gunakan sendok untuk memberi makan tepung beras, botol tidak dianjurkan.

  3. Pilih tepung beras formula dengan kandungan nutrisi tinggi dan tanpa tambahan sukrosa atau garam.

  4. Tepung beras tidak boleh digunakan sebagai makanan biasa karena mungkin tidak memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

  5. Tepung beras harus diencerkan terlebih dahulu dan kemudian secara bertahap ditingkatkan konsistensinya.

  6.Memberi makan 1-2 sendok untuk pertama kalinya, perlahan-lahan tingkatkan menjadi 3-4 sendok setelah bayi terbiasa dan memberi makan 1-2 kali sehari.