Pertama, pola makan dan kesehatan mata Dalam beberapa tahun terakhir ini telah banyak penelitian yang berfokus pada hubungan antara pola makan dan kesehatan mata, beberapa penelitian menemukan bahwa asupan lemak yang berlebihan pada anak yang mengalami obesitas lebih rentan mengalami miopia; asupan gula yang berlebihan dan kekurangan kromium serta seng, juga dapat menyebabkan miopia. Anak-anak yang kekurangan gizi juga dapat mengembangkan berbagai penyakit mata. Misalnya: asupan protein yang tidak mencukupi dan anemia dapat menyebabkan iskemia saraf optik, dll.; kekurangan vitamin A dapat menyebabkan rabun senja, mata kering, kondromalasia kornea, dan penyakit lainnya; kekurangan vitamin B, dapat menyebabkan mata kering, neuropati optik, katarak, konjungtivitis, dll.; kekurangan vitamin C dapat menyebabkan pendarahan mata, katarak, dll.; kekurangan vitamin D dapat menyebabkan miopi, silindris, tonjolan bola mata, dan sebagainya. Dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi, protein, gula, lemak, vitamin, dan elemen sangat diperlukan. Daging, ikan, telur, susu dan makanan hewani lainnya kaya akan protein; makanan pada tulang sapi, tulang babi, tulang domba dan tulang hewan lainnya kaya akan kalsium, dan mudah diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh manusia, yang lain seperti produk susu, produk kedelai, kulit ikan, udang, telur, pemerkosaan biji minyak, baby bok choy, kacang tanah, jujube, sayuran hijau tua, dll. Kalsium juga lebih banyak; kacang kedelai, kacang almond, rumput laut, rumput laut, daging kambing, ikan kuning, susu bubuk, teh, daging sapi, beras merah, Dedak, hati hewan, jus anggur, kacang-kacangan, dll. yang mengandung lebih banyak seng dan kromium; semua jenis sayuran dan buah-buahan dapat memberikan vitamin yang kaya. Singkatnya, hanya gizi seimbang yang dapat membuat tubuh dan mata anak berkembang secara normal. Kedua, pemahaman yang benar tentang senam mata Senam mata didasarkan pada pijat pengobatan Tiongkok, teori meridian, dikombinasikan dengan sintesis medis olahraga dari metode pijat. Melalui pijat titik-titik akupuntur mata untuk mengendurkan ketegangan mata, meredakan kelelahan mata, telah banyak digunakan di sekolah dasar dan menengah selama bertahun-tahun. Meskipun tidak ada penelitian medis yang ketat untuk membuktikan bahwa senam mata memiliki efek yang signifikan terhadap pengendalian miopia, namun melalui pemijatan titik-titik akupunktur di sekitar mata, sehingga darah di mata dapat menghilangkan efek ketegangan otot siliaris atau kejang untuk mengurangi kelelahan visual memiliki manfaat tertentu. Teknik pemijatan senam mata harus lembut, jangan terlalu dipaksakan, agar tidak memar pada kulit, titik pijatan harus akurat, pijatan sebelum mencuci tangan, untuk menghindari mata yang terinfeksi kotor. Ketiga, kebiasaan dan kesehatan mata Kebiasaan yang baik dan kesehatan mata tidak dapat dipisahkan. Menjaga pola pikir yang positif, tidur yang cukup dan pola makan yang seimbang dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak dan mengurangi kelelahan otak dan mata. Menjaga kebiasaan hidup bersih juga sangat penting. Tangan dan wajah yang bersih dapat mencegah beberapa penyakit infeksi mata, seperti konjungtivitis dan keratitis. Faktor lingkungan memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan miopia, dan salah satu yang paling berpengaruh adalah jarak dekat. Oleh karena itu, ketika anak-anak membaca, mereka harus menjaga postur tubuh yang benar, waktu membaca tidak boleh terlalu lama, dan pencahayaan lingkungan saat membaca harus sesuai. Dalam beberapa tahun terakhir, dengan popularitas komputer, banyak anak bermain game komputer dalam waktu yang lama, yang dapat dengan mudah menyebabkan serangkaian gejala seperti kelelahan visual dan mata kering, sehingga menyebabkan terjadinya dan berkembangnya miopia. Membimbing anak-anak untuk menggunakan komputer secara wajar sangat diperlukan untuk kesehatan fisik dan mental mereka. Selain itu, olahraga yang tepat juga kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Beberapa permainan bola, seperti badminton dan tenis meja, membantu perkembangan fungsi gerak mata anak. Mata akan mengikuti gerakan bola, sehingga meningkatkan fleksibilitas dan akurasi gerak mata anak.