Sunat adalah prosedur yang umum dilakukan, tetapi sikap tentang apakah pria perlu disunat dan, jika demikian, pada usia berapa, bervariasi dari satu daerah ke daerah lain dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Ini adalah masalah penting bagi banyak orang tua, dokter anak, dokter lain, pembuat kebijakan, departemen kesehatan masyarakat, institusi medis, dan bagi pria itu sendiri. Diskusi Di banyak negara asing, masa bayi dianggap sebagai waktu yang optimal untuk sirkumsisi klinis karena mobilitas bayi yang rendah, kemudahan penggunaan anestesi lokal, kurangnya kebutuhan untuk jahitan, penyembuhan yang cepat, penampilan pasca-penyembuhan yang baik, biaya yang minimal dan komplikasi yang jarang terjadi. Manfaat sunat bayi termasuk pencegahan infeksi saluran kemih (menyebabkan jaringan parut ginjal) dan mengurangi risiko kondisi peradangan pada kulup, seperti priapisme, cedera kulup, encopresis dan impaksi. Ketika anak laki-laki kemudian menjadi aktif secara seksual, dia sudah secara substansial terlindungi dari HIV dan infeksi virus menular seksual lainnya seperti herpes genital dan virus papiloma manusia onkogenik, serta risiko kanker penis. Risiko pasangan wanitanya terkena kanker serviks juga berkurang. Sunat yang dilakukan pada masa remaja atau dewasa dapat menyebabkan ketakutan akan rasa sakit, kerusakan penis atau berkurangnya kenikmatan seksual, bahkan jika ketakutan ini tidak berdasar. Hal ini membutuhkan waktu cuti kerja dan bisa lebih mahal karena risiko komplikasi, penyembuhan yang lambat dan kebutuhan untuk menggunakan jahitan atau lem jaringan. Kami merekomendasikan bahwa usia pra-sekolah atau usia sekolah, yaitu sebelum kematangan seksual, adalah waktu terbaik, tetapi tentu saja jika salah satu dari kondisi ini ada, operasi harus dilakukan lebih awal atau bahkan sedini mungkin.