Kriteria diagnostik untuk cairan ketuban rendah dibagi menjadi dua area.
Manifestasi klinis: pengurangan ukuran uterus dan gerakan janin; aliran cairan vagina pada kasus ketuban pecah dini; pemeriksaan lingkar perut dan tinggi uterus lebih kecil dari pada kehamilan yang sama; mudah untuk menginduksi kontraksi dengan sedikit stimulasi, paroksisma post-partum yang intens, kontraksi yang lebih tidak terkoordinasi, dilatasi pembukaan uterus yang lambat, dan persalinan yang lama.
Pemeriksaan tambahan: USG tipe B, tingkat cairan ketuban maksimum ≤2cm dianggap sebagai cairan ketuban rendah; ≤1cm dianggap sebagai cairan ketuban parah. Metode indeks cairan ketuban ≤5.0cm sebagai hipohidramnion. Pengukuran cairan ketuban langsung: setelah ketuban pecah, cairan ketuban diukur secara langsung; kurang dari 300ml dianggap cairan ketuban terlalu sedikit.