Tes apa yang secara rutin dilakukan untuk pubertas dini? Para orang tua, tahukah Anda? 1.Usia tulang: Ambil ortopantomogram tangan non-dominan (termasuk tulang pergelangan tangan dan ujung bawah jari-jari dan ulna) dan mintalah spesialis radiologi mengukur usia tulang sesuai dengan metode pemetaan GP atau metode TW2. Usia tulang lebih dari 1 tahun di atas usia fisiologis bisa dianggap lanjut. 2. Pemeriksaan ultrasonografi rahim dan ovarium: Kandung kemih anak diisi secukupnya dan rahim diukur dengan ultrasonografi 2D dalam diameter panjang, anterior dan posterior; ovarium diukur dalam diameter panjang, anterior dan posterior dan diameter transversal; diameter maksimum dan jumlah folikel diukur dan volume uterus dan volume ovarium dihitung menggunakan rumus. Magnetic Resonance Imaging (MRI): MRI area pelana tengkorak dan sistem saraf pusat yang terkait harus dilakukan pada anak laki-laki dan perempuan di bawah usia 6 tahun dengan pubertas sebelum waktunya untuk menentukan apakah ada lesi organik intrakranial dan lesi akibat pekerjaan. 4. Hormon-hormon aksis gonad: hormon perangsang folikel, hormon luteinizing, estradiol dan testosteron. Pada anak laki-laki, chorionic gonadotropin harus ditambahkan untuk mengetahui adanya tumor yang mensekresi HCG.