Penyebab fisiologis yang paling langsung adalah kontraksi pembuluh darah di ujung mulut karena cuaca dingin, sementara ketegangan dan ketegangan yang berlebihan dapat menyebabkan kontraksi pembuluh darah dan bibir putih. Cuaca dingin, stres dan pengerahan tenaga, semuanya bersifat fisiologis. Beberapa penyakit dapat menyebabkan bibir dan mulut putih, seperti anemia, yang disebabkan oleh penurunan kandungan hemoglobin dalam darah karena berkurangnya hemoglobin, yang mengakibatkan bibir dan mulut putih yang menetap. Jika terjadi bibir putih yang persisten, tes darah rutin harus dilakukan di rumah sakit untuk mengklarifikasi situasi hemoglobin dan untuk menentukan apakah ada anemia atau kelainan darah lainnya. Malnutrisi dapat bermanifestasi sebagai pemutihan bibir dan mulut, dan sebenarnya terkait dengan anemia.