Waktu pemulihan iritis bervariasi, tergantung pada penyebab dan tingkat kondisinya, dan meskipun sebagian dapat disembuhkan, sebagian lainnya memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mencegah kekambuhan. Beberapa penyebab iritis, seperti infeksi lokal dan lisis lensa, dapat disembuhkan dengan menghilangkan penyebabnya, misalnya, infeksi bakteri, dengan antibiotik topikal (tetes mata atau injeksi subkonjungtiva) atau sistemik (oral atau intravena) untuk mengendalikan infeksi. Iriditis akibat lisis lensa dapat disembuhkan dengan operasi katarak untuk mengangkat lensa. Namun demikian, sebagian penyebab iritis, seperti penyakit autoimun, memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mengendalikan kekambuhan. Contohnya termasuk hormon oral, tetes topikal kortison 0,5% atau deksametason 0,05%, atau suntikan subkonjungtiva tretinoin. Untuk ini, tambahkan agen antiinflamasi non-steroid, seperti tetes pralofin, dan agen pelumpuh otot siliaris untuk mencegah perlengketan pasca iritis. Untuk iritis yang parah, imunosupresan atau penguat kekebalan tubuh dapat dipertimbangkan untuk imunoterapi ketika hormon tidak efektif. Selain itu, kompres panas atau terapi gelombang pendek digunakan untuk melebarkan pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi dan meningkatkan penyerapan inflamasi. Jika terjadi komplikasi, diperlukan pengobatan simtomatik: misalnya, obat penurun TIO dapat digunakan untuk menurunkan TIO dalam kasus glaukoma sekunder; ekstraksi katarak dapat dilakukan di bawah kontrol inflamasi dalam kasus katarak yang terjadi bersamaan. Jadi, tergantung pada penyebabnya, sebagian iritis dapat disembuhkan dengan cepat, sedangkan sebagian lainnya memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mencegah kekambuhan.