Studi ilmiah telah menemukan bahwa tidur meningkatkan sintesis protein otak dan perkembangan kecerdasan pada bayi dan anak-anak. Jika seorang anak tidur nyenyak, ia akan bangun dengan semangat yang baik dan mampu menyerap lebih banyak informasi di siang hari. Jika ia kurang tidur, ia akan bangun dalam kondisi yang kurang baik dan cenderung tidak aktif dan tidak dapat menerima apa yang terjadi di sekitarnya. I. Apa yang dimaksud dengan teror malam pada anak-anak? Teror malam pada anak-anak adalah gangguan tidur dan faktor fisik dan psikologis mungkin bertanggung jawab atas munculnya teror malam pada anak-anak. Teror malam sebagian besar terlihat pada anak-anak berusia 4 hingga 10 tahun. Perkembangan neurologis dan otak anak-anak belum lengkap, dan ketidakmatangan sistem saraf pusat, terutama perkembangan korteks serebral yang mengontrol tidur dan terjaga, dapat memiliki dampak tertentu pada tidur anak-anak. Teror malam sebagian besar terjadi pada paruh pertama malam setelah anak-anak tertidur, anak-anak tiba-tiba duduk, menjerit, menangis, membuka mata dan menatap lurus satu sama lain, beberapa berbicara kepada diri mereka sendiri tetapi yang lain tidak mengerti apa yang mereka katakan, beberapa anak akan menyentuh mulut mereka dengan tangan atau mengarahkan tangan mereka ke mana-mana, beberapa anak bahkan bangun dari tempat tidur dan berjalan, mereka terlihat sangat gugup dan takut, dan mereka memiliki napas yang cepat, detak jantung yang cepat, wajah pucat dan berkeringat, tetapi mereka tidak merespons hal-hal di sekitarnya. Anak mungkin tidak merespons apa pun di sekitarnya, dan setelah beberapa menit, ia akan tenang dan kembali tidur. Jika anak dibangunkan secara paksa atau diguncang, beberapa di antaranya dapat terbangun setelah beberapa menit, tetapi jika tidak, keesokan paginya orang tua akan menanyakan kepada anak apa yang terjadi pada malam hari. Pada titik ini, anak kemungkinan besar akan menjawab bahwa dia tidak dapat mengingat apa yang terjadi pada malam hari. Episode-episode ini dikenal sebagai teror malam, dan jika sering terjadi, episode ini juga dikenal sebagai teror malam. Kejadian ini biasanya berlangsung selama 20 detik hingga beberapa menit dan sering kali dipicu saat anak kelelahan atau mengalami situasi yang membuat mereka tertekan secara emosional. Apa yang harus dilakukan orang tua jika anak mereka mengalami teror malam? Jika anak mengalami teror malam, orang tua harus memperhatikan untuk menghindari kegembiraan dan aktivitas yang berlebihan di siang hari, mengatur kehidupan secara wajar, menghilangkan berbagai faktor yang mempengaruhi gangguan tidur, dan mengembangkan kebiasaan tidur yang baik dan tepat waktu; secara umum, selama teror malam tidak sering terjadi, ayah dan ibu tidak perlu terlalu khawatir, karena pada umumnya teror malam akan menghilang secara perlahan-lahan seiring dengan bertambahnya usia anak. Apakah ada hubungan antara teror malam dan epilepsi? Jika anak Anda mengalami teror malam yang berulang, atau sering terjadi dalam waktu singkat, dan Anda khawatir apakah anak Anda menderita epilepsi, Anda harus pergi ke rumah sakit untuk melakukan beberapa tes yang relevan, karena beberapa jenis kejang dikaitkan dengan kelainan tidur dan perilaku kejiwaan. Video EEG dapat membantu dokter memahami fungsi EEG anak. Jika tersedia, video EEG jarak jauh dapat dilakukan pada malam hari, karena teror malam sering terjadi pada malam hari, dan EEG direkam pada saat yang sama dengan kejang, yang dapat membantu dokter membuat diagnosis yang akurat.