Infeksi Mycoplasma dan Chlamydia umumnya lebih disukai daripada antibiotik makrolida, seperti azitromisin dan roksitromisin, tetapi tetrasiklin dan kuinolon juga dapat digunakan. Antibiotik makrolida umumnya lebih disukai untuk infeksi Mycoplasma dan Chlamydia, termasuk eritromisin, roksitromisin, azitromisin, dll. Antibiotik semacam itu dapat berperan sebagai antibakteri dengan menghambat sintesis protein bakteri, dan secara efektif dapat mengobati infeksi yang disebabkan oleh Mycoplasma dan Chlamydia. Antibiotik makrolida tidak boleh digunakan pada pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap obat ini, atau pada pasien yang mengalami efek samping seperti gangguan hati atau ikterus kolestatik setelah menggunakan obat ini. Gangguan pencernaan yang signifikan seperti diare, muntah, dan sakit perut dapat terjadi setelah penggunaan. Tetrasiklin seperti doksisiklin, minosiklin, dan kuinolon seperti levofloksasin juga dapat digunakan jika pasien tidak dapat mentoleransi antibiotik makrolida atau jika pengobatan tidak memuaskan. Semua obat antimikroba di atas harus digunakan di bawah pengawasan dokter untuk menghindari penyalahgunaan antibiotik. Jika terjadi ketidaknyamanan selama penggunaan, perhatian medis harus dicari.