Kejang infantil paling sering terjadi sebelum usia 1 tahun. Gejala kejang infantil meliputi kedutan pada lengan dan kaki, sering mengangguk-angguk dan menggeleng-gelengkan kepala, serta membungkuk dan mengencangkan anggota tubuh. Episode kejang infantil yang sering terjadi dapat secara serius mempengaruhi perkembangan fisik bayi. Kedutan pada lengan dan kaki, yang terjadi tanpa disengaja selama beberapa detik. Selama kejang, kepala dimiringkan ke depan dan ke belakang dan sering terjadi anggukan kepala. Pembengkokan dan pengepalan anggota badan, ketika kejang terjadi, tampak seolah-olah kedua lengan ditekuk dan dikepalkan, seolah-olah mereka memegang sesuatu, dan kaki dimiringkan ke arah perut, yang tidak berlangsung lama dan hanya dapat dideteksi ketika bayi kebetulan menonton kejang, yang tidak lazim. Kejang-kejang ini tidak lazim dan hanya dapat dideteksi ketika bayi kebetulan melihat mereka. Suara tangisan atau tawa yang dibuat selama kejang sangat singkat sehingga orang tua mungkin tidak menyadari bahwa bayi mengalami kejang. Ada juga kejadian mata bayi yang berputar ke atas dan mata putih yang bocor. Kejang infantil bisa berdampak serius pada perkembangan mental anak dan begitu kondisi ini teridentifikasi, maka perlu ditangani secara agresif. Akhirnya, para orang tua diberitahu untuk tidak panik ketika bayi mereka mengalami episode kejang dan pergi ke rumah sakit terdekat untuk mengatur perawatan tepat waktu untuk menghindari bahaya fisik selama episode kejang.