Tidak semua pasien cocok untuk implan kantung mata, baik yang terlahir tanpa mata (termasuk mata yang sangat kecil secara bawaan), atau yang matanya diangkat karena penyakit atau trauma. Sebagai contoh, beberapa pasien dengan stenosis kantung konjungtiva tidak cocok untuk implantasi meja mata. Jika terdapat stenosis kantung konjungtiva, rencana perawatan yang lebih masuk akal adalah mengatasi stenosis kantung konjungtiva terlebih dahulu, yang mungkin memerlukan pembedahan implan, kemudian mempertimbangkan untuk melakukan implantasi meja mata enam bulan kemudian saat kondisi kantung mata sudah stabil, dengan catatan aliran darah ke jaringan kantung mata sudah lebih baik. Mobilitas meja mata bergantung pada kekuatan otot mata. Jika kekuatan otot mata tidak baik, meja mata hanya akan menopang rongga mata yang penuh dan tidak dapat memutar mata palsu. Pada kasus stenosis kantung konjungtiva yang signifikan, jika meja mata ditanamkan terlebih dahulu dan mata palsu tidak dapat dipakai setelah operasi karena stenosis, maka stenosis harus diatasi terlebih dahulu sebelum mata palsu dapat dipakai. Hal ini membuat prosedur Kapsuloplasti konjungtiva menjadi lebih sulit, karena ada risiko bahwa meja mata yang diimplan tidak dapat bertahan atau bertahan dengan penyusutan yang signifikan. Bagaimanapun juga, implan adalah prostesis buatan, yang bergantung pada jaringan sulkus untuk aliran darah dan nutrisinya. Aliran darah internal sangat terbatas, dan kemampuannya untuk menerima cangkok permukaan tidak sebanding dengan jaringan autologus di sulkus. Selain itu, fossa orbita tidak cocok untuk implantasi pada kasus-kasus di mana perkembangan fossa orbita minimal (misalnya, perkembangan fossa orbita dipengaruhi oleh terapi radiasi pada mata di usia muda), atau di mana jaringan lunak pada fossa orbita lemah atau terdapat bekas luka yang parah. Setiap terapi memiliki keterbatasan, dan meskipun memenuhi satu kebutuhan, terapi ini juga dapat menimbulkan masalah dan isu baru. Oleh karena itu, penting untuk tidak begitu saja percaya pada teknologi modern dan memahami bahwa semua bahan buatan yang ditanamkan di dalam tubuh memiliki kelebihan dan kekurangan.