Apabila dicurigai adanya TB kelenjar getah bening, selain tes skrining yang biasa dilakukan untuk TB, seperti tes kulit PPD dan tes pelepasan interferon gamma, juga diperlukan tes darah. Selain itu, diagnosis TB kelenjar getah bening superfisial memerlukan tusukan kelenjar getah bening atau biopsi kelenjar getah bening, di mana bahan diambil dari kelenjar getah bening yang dicurigai memiliki TB kelenjar getah bening dan dikirim ke laboratorium spesialis untuk pengujian guna menentukan apakah pasien memiliki TB kelenjar getah bening superfisial. Diagnosis TB kelenjar getah bening dalam lebih sulit, karena kelenjar getah bening dalam, seperti yang ada di sekitar jantung atau di rongga perut, dicurigai terinfeksi TB. Kelenjar getah bening dalam rongga perut bahkan mungkin memerlukan pembedahan laparoskopik untuk mengangkat kelenjar getah bening yang terkena untuk memastikan diagnosis.