Apa metode yang digunakan untuk mengekstrak cairan dada? Apa saja tindakan pencegahannya?

  1. Apa saja metode memompa cairan dada? Dapatkah dilakukan secara rawat jalan?  Ini adalah teknik khusus di mana dokter akan menentukan apakah akan melakukannya, di mana melakukannya, masalah apa yang mungkin ada dan sebagainya, tergantung pada keadaan pasien. Dokter akan menjelaskan prosedur ini kepada pasien dan keluarganya, serta mendapatkan persetujuan sebelum memutuskan prosedurnya.  Dalam beberapa kasus di mana pasien dalam kondisi umum yang baik dan memiliki kondisi yang relatif mudah, ekstraksi cairan dada dapat dilakukan di ruang perawatan rawat jalan. Namun demikian, jika diagnosis lebih sulit, atau jika kondisinya lebih serius, konsultasi dan perawatan rawat inap adalah tepat.  2. Apakah menyakitkan untuk melakukan aspirasi pleura? Komplikasi apa yang bisa terjadi?  Ekstraksi cairan pleura biasanya dilakukan dengan bius lokal dan pasien tidak merasakan nyeri yang pasti. Komplikasi aspirasi pleura termasuk pneumotoraks, aspirasi pleura yang gagal, perdarahan, emfisema subkutan, nyeri, infeksi, sinkop (jarang terjadi), dll. Secara keseluruhan relatif aman.  3. Apakah normal jika ada darah dalam cairan pleura setelah tusukan cairan pleura?  Tidak dapat dihindari bahwa akan ada sedikit sekali pendarahan ketika cairan pleura diambil, dan cairan pleura mungkin tampak merah muda. Tentu saja, ada juga jenis efusi pleura yang disertai dengan pendarahan dalam rongga dada itu sendiri (disebut cairan pleura berdarah), yang lebih umum terjadi pada efusi tumor.  4. Berapa banyak cairan pleura yang harus dipompa pada satu waktu?  Tergantung situasinya. Pertama kali cairan pleura dipompa untuk mengklarifikasi penyebab penyakit, beberapa ratus mililiter biasanya cukup. Jika cairan pleura dipompa untuk meringankan gejala, umumnya tidak lebih dari 1000 ml harus dipompa pada satu waktu; tentu saja, untuk pasien yang berulang kali dipompa cairan pleura, lebih banyak yang dapat dipompa tergantung pada kondisinya.  5.Pasien mana yang cocok untuk drainase dada tertutup?  Teknik ini sering digunakan untuk efusi pleura yang disebabkan oleh pneumonia (termasuk abses dada); karena efusi semacam itu tidak selalu dapat diobati dengan baik oleh obat antibakteri saja, drainase tertutup dapat membantu mengendalikan infeksi dengan menarik keluar cairan yang terinfeksi sesegera mungkin. Selain itu, drainase tertutup juga dapat digunakan dalam pengobatan efusi pleura tumor, di mana bantuan simtomatik dapat diperoleh.