Prekursor penyakit Alzheimer sering bermanifestasi sebagai gangguan daya ingat, gangguan bahasa, disgrafia, berkurangnya kemampuan berhitung, perubahan kepribadian, tidur yang terfragmentasi, dan disorientasi waktu dan ruang. Biasanya, gangguan yang muncul pada titik ini tidak cukup untuk memengaruhi kehidupan sehari-hari pasien. Namun, jika dibiarkan, gejalanya dapat dengan mudah memburuk dan pada akhirnya membuat orang tersebut tidak dapat merawat dirinya sendiri atau bahkan memperparah penyakit lainnya. Jika seorang lansia mengalami gejala-gejala berikut ini, mereka harus segera berkonsultasi dengan psikiater.1. Gangguan memori: Pasien mungkin menunjukkan gejala seperti gangguan memori ringan dan mudah lupa akan kejadian-kejadian yang baru saja terjadi, seperti tidak dapat mengingat apa yang baru saja terjadi atau pekerjaan apa yang baru saja dilakukan, atau tidak dapat mengingat tempat benda-benda yang biasa digunakan. Pasien mungkin mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali pada hari yang sama, sehingga mereka sering tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas yang sudah biasa mereka lakukan, seperti memasak atau berpakaian, tetapi fenomena ini sering diabaikan oleh pasien atau keluarganya sebagai akibat dari kelupaan di usia tua. 3. Kesulitan menulis: Beberapa pasien mungkin juga mengalami kesulitan menulis, yaitu tidak dapat menemukan kata-kata yang tepat dalam pikiran mereka, sehingga tidak memungkinkan untuk menulis. 4. Penurunan kemampuan berhitung: Dengan demensia, kemampuan berhitung pasien juga cenderung menurun, seperti sering melakukan kesalahan perhitungan. Gejala ketidakpedulian termasuk kurangnya minat pada apa pun, kurangnya emosi, kehilangan minat pada kegiatan dan hobi yang biasanya dinikmati, dan lebih memilih untuk tinggal di rumah daripada keluar; kecurigaan dan paranoia dimanifestasikan dalam bentuk ketidakpercayaan pada orang-orang di sekitar, seperti mencurigai suami atau istri berselingkuh, atau pengasuh anak mencuri uangnya; 6. 6. Tidur terfragmentasi: Pasien dapat menunjukkan tidur yang terfragmentasi, tidur selama delapan jam di malam hari, tetapi tidur siang lagi di siang hari. Gangguan ritme fisiologis dapat memperburuk munculnya amiloid di otak kecil, yang diduga terkait dengan penyakit Alzheimer. Amiloid berfluktuasi seiring dengan siang dan malam, dengan kadar yang menurun selama tidur. Jika tidur terganggu atau sengaja dihilangkan, atau jika kurang tidur nyenyak, kadar amiloid di otak akan meningkat; 7. Disorientasi temporal dan spasial: Beberapa pasien juga dapat mengalami disorientasi temporal dan spasial. Disorientasi temporal adalah ketidakmampuan untuk membedakan waktu dari pagi, siang, atau malam, sedangkan disorientasi spasial adalah ketidakmampuan untuk menentukan lokasi seseorang dan kecenderungan untuk tersesat. Jika terdiagnosis, anggota keluarga harus menjaga pasien tetap berada di lingkungan yang akrab dan terus mendukung serta mendorong pasien untuk mempertahankan minat sebelumnya dan aktif untuk mengekang perkembangan gangguan tersebut.