Terapi fotodinamik untuk kondiloma akuminatum

  Terapi Photodynamic (PDT) adalah teknik pengobatan selektif baru untuk lesi proliferatif (vaskular), yang diperkenalkan pada akhir tahun 1970-an dan telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Ini telah menjadi salah satu bidang penelitian yang paling aktif dalam dunia ilmu onkologi. Dengan disetujuinya fotosensitizer Porfimer Sodium pertama di AS, Kanada, Uni Eropa, Jepang, dan Korea dari tahun 1993 hingga 1997, penelitian, pengembangan, dan penerapan PDT telah aktif dengan cepat. Dalam beberapa tahun terakhir, dengan keberhasilan pengembangan obat terapi fotodinamik baru dan peningkatan teknologi peralatan laser, PDT telah melihat puncak perkembangan lain yang belum pernah terjadi sebelumnya. Secara internasional, hampir sepuluh fotosensitizer baru telah disetujui untuk dipasarkan atau sedang dalam penyelidikan klinis. PDT juga digunakan untuk pengobatan penyakit berbasis non-tumor seperti kutil, psoriasis, nevus yang hidup, artritis reumatoid, degenerasi makula fundus dan restenosis pasca-angioplasti. Terapi fotodinamik adalah pengobatan baru untuk penyakit berdasarkan interaksi cahaya, fotosensitizer dan oksigen. Penelitian fotosensitizer (obat terapi fotodinamik) adalah kunci masa depan terapi fotodinamik. Fotosensitizer adalah zat kimia khusus yang fungsi dasarnya adalah mentransfer energi; mereka dapat menyerap foton dan tereksitasi, dan kemudian dengan cepat mentransfer energi cahaya yang diserap ke kelompok molekul lain, sehingga mereka tereksitasi dan fotosensitizer itu sendiri kembali ke keadaan dasarnya. Fotosensitizer dapat terkonsentrasi secara dinamis dalam jaringan pertumbuhan yang abnormal (misalnya tumor, degenerasi makula terkait usia, nevus makula, acanthosis, dll.) Dan dapat menghasilkan spesies oksigen reaktif seperti oksigen singlet di bawah eksitasi panjang gelombang cahaya yang sesuai untuk menghancurkan sel target. Pengembangan dan penerapan PDT telah ditingkatkan secara bertahap dengan pengembangan penelitian fotosensitiser.  Indikasi Terapi Fotodinamik 1. Penyakit kulit pra-kanker dan keganasan kulit 2. Penyakit kulit non-ganas yang diobati dengan PDT Keuntungan terapi fotodinamik berbeda dari tiga metode pengobatan tradisional yaitu pembedahan, radioterapi dan kemoterapi. Dibandingkan dengan perawatan konvensional seperti pembedahan, kemoterapi dan radioterapi, terapi fotodinamik memiliki keuntungan penting berikut ini: (1) trauma minimal: dengan bantuan serat optik, endoskopi dan teknik intervensi lainnya, laser dapat dipandu jauh ke dalam tubuh untuk perawatan, menghindari trauma dan rasa sakit yang disebabkan oleh operasi jantung terbuka dan jantung terbuka.  (2) Toksisitas rendah: Obat fotosensitif yang masuk ke dalam jaringan hanya akan memicu reaksi fotodinamik dan membunuh sel tumor jika mencapai konsentrasi tertentu dan disinari oleh cahaya dalam jumlah yang cukup, yang merupakan metode pengobatan lokal. Bagian tubuh yang tidak disinari cahaya tidak menghasilkan reaksi ini, dan organ serta jaringan di bagian tubuh lainnya tidak rusak, juga tidak memengaruhi fungsi hematopoietik, sehingga efek samping toksik dari terapi fotodinamik sangat rendah.  (3) Selektivitas yang baik: Target utama terapi fotodinamik adalah jaringan yang sakit di area yang disinari cahaya, dan kerusakan pada jaringan normal di sekitar lesi sedikit, efek pembunuhan selektif ini sulit dicapai oleh banyak perawatan lainnya.  (4) Penerapan yang baik: Terapi fotodinamik efektif untuk berbagai jenis sel jaringan kanker dan memiliki berbagai penerapan; sedangkan sensitivitas berbagai jenis sel jaringan kanker terhadap radioterapi dan kemoterapi dapat sangat bervariasi dan penerapannya dibatasi.  (5) Dapat diulang: Sel-sel kanker tidak resisten terhadap obat fotosensitif, dan pasien tidak akan mengalami peningkatan reaksi toksik karena beberapa kali perawatan fotodinamik, sehingga pengobatan dapat diulang.  (6) Pengobatan paliatif: Bagi pasien dengan tumor stadium lanjut, atau mereka yang tidak dapat menerima pembedahan karena usia lanjut, insufisiensi jantung-paru, hati dan ginjal, atau hemofilia, terapi fotodinamik adalah pengobatan paliatif yang dapat secara efektif meredakan rasa sakit, meningkatkan kualitas hidup, dan memperpanjang usia.  (7) Dapat meningkatkan kemanjuran pembedahan: untuk beberapa tumor, reseksi pembedahan terlebih dahulu, diikuti dengan terapi fotodinamik, dapat lebih lanjut menghancurkan sel-sel kanker sisa, mengurangi kemungkinan kambuh dan meningkatkan ketelitian pembedahan; untuk tumor lain, dimungkinkan untuk melakukan terapi fotodinamik terlebih dahulu untuk mengecilkan tumor sebelum reseksi, memperluas indikasi untuk pembedahan dan meningkatkan tingkat keberhasilan pembedahan.  (8) Dapat menghilangkan lesi kanker yang tersembunyi: secara klinis, beberapa tumor, seperti karsinoma sel metastasis kandung kemih, mungkin memiliki sarang kanker mikroskopis yang tersebar yang tidak terlihat dengan mata telanjang di luar lesi utama, dan pengobatan konvensional hanya dapat menghilangkan lesi utama, tetapi tidak dapat melakukan apa pun untuk sarang kanker yang tersembunyi.  (9) Melindungi penampilan dan fungsi organ vital: Untuk kanker kulit, kanker mulut, kanker penis, kanker serviks, dan retinoblastoma wajah, penerapan terapi fotodinamik dapat secara efektif membunuh jaringan kanker sambil meminimalkan kerusakan pada struktur epitel dan perancah kolagen organ asal, sehingga penampilan luka tidak akan terlalu terpengaruh dan penampilan organ serta fungsi fisiologis normal akan tetap utuh setelah penyembuhan.