Kehamilan adalah proses biologis yang harus dilalui oleh sebagian besar wanita, dan gejala perdarahan vagina selama kehamilan mengganggu banyak wanita hamil. Ada banyak penyebab perdarahan vagina pada awal kehamilan, yang paling umum adalah preeklampsia. Sebelum keguguran terjadi, embrio terlepas dari lapisan endometrium rahim, dan sejumlah kecil perdarahan lokal dapat terjadi. Penyebab keguguran dapat mencakup kelainan kromosom pada janin, perkembangan janin yang tidak normal, dan penyakit ibu sendiri. Selain itu, progesteron yang rendah juga dapat menyebabkan keguguran. Progesteron adalah hormon yang disekresikan oleh korpus luteum ovarium, yang memiliki fungsi mempertahankan hormon kehamilan. Jika kadar progesteron dalam tubuh terlalu rendah, maka tidak dapat mendukung embrio untuk melanjutkan kehamilan, yang dapat memicu keguguran. Terakhir, polip serviks juga merupakan penyebab umum perdarahan vagina pada awal kehamilan. Jaringan polip serviks bersifat rapuh dan dapat mengeluarkan sedikit darah setelah beraktivitas. Terlepas dari penyebab perdarahan vagina pada awal kehamilan, penting bagi pasien untuk segera berkonsultasi dengan rumah sakit setempat untuk mengetahui penyebab perdarahan vagina dan melakukan perawatan yang tepat sesuai dengan penyebab perdarahan. Kesimpulannya, ada banyak penyebab perdarahan vagina pada awal kehamilan, yang perlu ditangani sesuai dengan penyebab yang berbeda.