Gastroenteritis dengan nyeri dada dianggap sebagai penyakit refluks gastro-esofagus atau refluks esofagitis. Apabila esofagus bagian bawah atau sfingter pankreas tidak berfungsi, esofagus menjadi terganggu kemampuannya untuk membersihkan asam lambung, yang dapat menyebabkan nyeri dada, nyeri ulu hati, refluks asam dan sensasi terbakar di belakang tulang dada. Selain gastritis dan refluks esofagitis, nyeri dada juga harus dibedakan dari infark miokard akut dan penyakit arteri koroner. Jika pasien dengan hipertensi yang mendasari mengalami nyeri dada, elektrokardiogram harus segera dilakukan untuk mencari perubahan ST-T pada EKG, serta peningkatan yang signifikan dalam profil enzim miokard dan troponin. Gastroskopi dapat memberikan wawasan lebih lanjut mengenai penilaian refluks esofagitis dan keparahan gastritis kronis.