Hernia pediatrik adalah salah satu kondisi bedah pediatrik yang paling umum, biasanya terjadi tak lama setelah kelahiran dan dengan insiden yang tinggi pada anak-anak. Insidensinya sekitar 1% hingga 4% dan 14 kali lebih tinggi pada pria daripada wanita, dan bahkan lebih tinggi pada bayi prematur. Gejala klinis yang menonjol adalah munculnya kembali massa yang dapat ditarik di selangkangan sesaat setelah lahir, kebanyakan sekitar satu bulan setelah periode neonatal dan selambat-lambatnya setelah usia satu minggu. Hernia pediatrik terutama disebabkan oleh kelemahan otot-otot dinding perut dan kurangnya fasia lokal, yang mengakibatkan cacat lokal di dinding perut, dari mana isi saluran usus, misalnya, dapat menonjol secara subkutan ketika tekanan perut meningkat dan membentuk hernia. Pada tahap awal hernia pediatrik, pembengkakan subkutan di dinding perut biasanya muncul ketika anak menangis dan buang air besar, dan menghilang ketika anak diam atau tertidur. Namun, jika pembengkakan lokal terus meningkat dengan tekanan intra-abdomen, pembengkakan ini bisa turun ke dalam skrotum. Jika peningkatan tekanan intra-abdomen dapat dihilangkan dan orang tua atau dokter yang berpengalaman dapat mendorong pembengkakan subkutan ke arah rongga perut sementara anak berbaring dengan tenang, pembengkakan perut biasanya akan segera hilang, dan ini adalah hernia yang dapat dibalik. Jika pembengkakan tidak kembali ke perut pada waktunya, akan terjadi intususepsi yang menyebabkan nyeri perut yang parah dan menangis, yang semakin memperparah intususepsi dan memerlukan perhatian medis segera. Kesimpulannya, jika anak Anda menderita hernia pediatrik, jangan terlalu khawatir. Jika hernia sepenuhnya ditarik, terus amati.