Teknologi ortodontik baru yang efisien dan nyaman dengan braket pengikat otomatis DD

Bracket ortodontik adalah alat yang terbuat dari logam atau keramik yang dipasang pada permukaan gigi dengan perekat khusus untuk menahan dan mengamankan kawat ortodontik dan menyalurkan gaya ortodontik ke gigi untuk tujuan merapikan gigi. Braket ortodontik tradisional membutuhkan kawat halus atau karet gelang untuk dipasang bersama dengan kawat ortodontik, sedangkan braket self-ligating memiliki perangkat pengunci tambahan daripada braket tradisional, yang seperti menambahkan pintu pada braket, sehingga kawat ortodontik dapat dikunci secara langsung di dalam lekukan braket, sehingga tidak perlu lagi menggunakan kawat pengikat atau karet gelang untuk mengikat kawat ortodontik. Bracket yang dapat mengunci sendiri adalah teknologi baru yang muncul dalam beberapa tahun terakhir. Ini adalah perubahan yang tampaknya kecil yang telah merevolusi teknologi ortodontik cekat. Braket cekat otomatis memiliki banyak keunggulan dibandingkan braket tradisional. 1. Kenyamanan: Bracket ortodontik tradisional membutuhkan ligatur dengan kawat halus dan kawat ortodontik, yang relatif mudah menyebabkan kerusakan jaringan lunak. Braket yang dapat mengikat sendiri tidak memerlukan ligatur dan menghindari kerusakan pada jaringan lunak di ujung kawat ligatur. Selain itu, braket self-ligating digunakan untuk menggerakkan gigi dengan kekuatan yang lembut dan ringan, sehingga pasien cenderung tidak merasakan sakit dan ketidaknyamanan, memungkinkan mereka untuk menyelesaikan perawatan dengan cara yang santai dan menyenangkan. 2, efisiensi tinggi: braket tradisional karena perawatan ortodontik untuk menggerakkan gigi perlu mengatasi hambatan gesekan antara kawat dan braket, semakin besar gesekan, maka semakin besar gaya ortodontik yang dibutuhkan, semakin lambat kecepatan gerakan, semakin lama perawatan ortodontik. Peningkatan kebebasan kawat lengkung pada braket self-ligating mengurangi gesekan antara kawat lengkung dan braket dan memfasilitasi pergerakan gigi ortodontik, sehingga memperpendek waktu perawatan dan menyelesaikan perawatan ortodontik lebih awal. 3. Kenyamanan: Interval antara janji temu tindak lanjut untuk perawatan ortodontik cekat tradisional adalah sekitar 4 minggu, yang berarti bahwa pasien perlu pergi ke rumah sakit sebulan sekali untuk penyesuaian. Dengan braket cekat sendiri, interval tindak lanjut dapat diperpanjang hingga 6-10 minggu, yang berarti pasien dapat pergi ke rumah sakit setiap dua bulan sekali untuk penyesuaian, yang sangat nyaman bagi pasien dari luar negeri atau mereka yang sibuk dengan studinya. 4, kebersihan: kurung pengikat sendiri lebih kondusif untuk kebersihan mulut daripada kurung ortodontik tradisional karena tidak memiliki keterikatan seperti kawat pengikat, yang membantu melindungi kesehatan jaringan periodontal dan membuat efek ortodontik lebih stabil. 5 . Mengurangi pencabutan gigi: Karena gesekan braket self-ligating sangat rendah, pergerakan gigi menjadi lebih mudah, sehingga beberapa pasien yang dulunya dirawat dengan teknik tradisional yang memerlukan pencabutan gigi sekarang dapat dirawat tanpa pencabutan gigi. Karena sebagian besar self-ligating bracket saat ini diproduksi di luar negeri dan karena strukturnya yang rumit, self-ligating bracket jauh lebih mahal daripada bracket ortodontik biasa. Namun, karena memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh bracket tradisional, self-ligating bracket akan semakin banyak digunakan dalam praktik ortodontik. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi ortodontik self-ligating bracket yang dikembangkan oleh Rumah Sakit Gigi Universitas Nanchang telah diterima dengan baik oleh para pasien dan secara umum dipuji karena keampuhannya.