Penemuan kemampuan bayi baru lahir dianggap sebagai peristiwa penting dalam sejarah ilmu pengetahuan di abad ke-20, sebuah lompatan dalam pemahaman manusia tentang dirinya sendiri yang memberikan dasar bagi kita untuk secara ilmiah mengembangkan potensi kehidupan baru sejak ia dilahirkan. Sebelumnya, bayi baru lahir dianggap tidak mampu melakukan apa pun selain menangis, makan, dan tidur, namun pada tahun 1960-an, ditemukan bahwa bayi baru lahir memiliki enam kondisi kesadaran, mulai dari tidur, terbangun, hingga menangis, dan masing-masing kondisi tersebut memiliki perilaku yang spesifik. Yang mengejutkan, bayi yang baru lahir dapat membuka mata dan melihat ibu mereka dalam beberapa menit setelah lahir, dan dalam beberapa hari setelah lahir, mereka memiliki kemampuan tertentu untuk melihat, mendengar, mencium, mencicipi, menyentuh, dan bergerak. Imitasi: Dalam waktu 8 jam setelah lahir, bayi dapat meniru lidah ibunya. Orientasi Suara: Dalam keadaan terjaga, kotak plastik kecil yang berisi sejumlah kecil biji jagung atau kedelai diguncang dengan lembut pada jarak 10-15 cm dari telinga bayi baru lahir untuk mengeluarkan suara yang sangat lembut, dan bayi akan mengalihkan pandangannya atau menoleh ke arah suara yang dipancarkan. Bayi yang baru lahir suka mendengarkan suara bernada tinggi, suka mendengarkan orang berbicara, dan akan menoleh ketika ibunya memanggilnya. Jika buku diperdengarkan dan dibacakan setiap hari setelah lahir, bayi akan membangun minat dan kebiasaan membaca yang akan berdampak pada kehidupannya. Perkembangan konsentrasi dan kemampuan berbahasanya akan sangat pesat. Menatap dan mengikuti: Bayi yang baru lahir senang melihat sesuatu, terutama hal-hal dengan warna-warna cerah, seperti bola merah atau diagram bullseye hitam dan putih, diagram batang, karakter Cina dan sebagainya. Mereka juga suka melihat wajah, terutama senyum penuh kasih dari ibunya, dan jika Anda mengenakan kacamata, mereka akan lebih tertarik kepada Anda. Sentuhan, rasa dan bau: bayi yang baru lahir suka berbaring di dekat lengan ibu, ketika bayi menangis, Anda meletakkan tangan Anda di perut bayi dan dengan lembut menekan kedua lengan atas, bayi tidak akan menangis. Bayi baru lahir dapat membedakan rasa dengan baik, dan akan memiliki ekspresi yang tidak menyenangkan untuk rasa asin, pahit, dan asam. Ketika mencium bau, ada respons berupa peningkatan detak jantung dan perubahan tingkat aktivitas, dan ia dapat membedakan bau bantalan susu ibunya sendiri. Dalam kondisi yang baik, ia juga akan menatap dan tersenyum kepada Anda, menghisap tangannya sendiri atau memegang tangan orang yang diajaknya bicara. Keterampilan motorik: Bayi baru lahir memiliki banyak keterampilan motorik bawaan. Misalnya, jika Anda meletakkan bayi Anda yang baru lahir telentang dan memegang kedua tangannya di kakinya, bayi dapat merangkak ke depan. Refleks berjalan: bantu bayi bertelanjang kaki berdiri tegak di tempat tidur, ia akan melangkah maju selangkah demi selangkah, “catwalk”, berjalan seperti anak-anak yang baik seperti berjalan. Refleks berenang: bayi yang dilahirkan di dalam air dapat berenang di dalam air tanpa tersedak. Refleks menarik: Jika jari telunjuk diletakkan di telapak tangan bayi baru lahir, jari tersebut akan segera terasa dikepalkan oleh bayi (refleks menggenggam). Pemeriksa dapat menggunakan ini untuk mengangkat bayi ke udara selama beberapa detik, seperti halnya nenek moyang manusia yang bergelantungan di dahan pohon di hutan, dll. Kemampuan bawaan ini, jika tidak dilatih pada waktunya, akan hilang secara alami setelah beberapa bulan; jika dilatih pada waktunya, refleks bawaan ini akan menjadi keterampilan yang diperoleh.