Bisakah bayi baru lahir tidur telentang?

Posisi tidur yang disarankan untuk bayi baru lahir umumnya telentang atau miring. Jika anak sering gumoh atau hidungnya tersumbat, sesekali boleh tidur telentang, namun tidak disarankan untuk tidur telentang terlalu lama, dan perlu memperhatikan keamanan tidur telentang. Bayi baru lahir tidur tengkurap dapat melatih fungsi kardiopulmoner, terutama untuk bayi kecil untuk usia kehamilan bayi prematur, sistem pernapasan belum matang, bila ada penyakit pernapasan, posisi tengkurap lebih kondusif untuk pemulihan penyakit pernapasan bayi. Kedua, bayi baru lahir di dalam rahim sebelum lahir sebagian besar waktunya berbaring untuk tidur, sehingga berbaring untuk tidur dapat memberikan rasa aman pada bayi baru lahir, sehingga bayi baru lahir tidak mudah ditakut-takuti, pada saat yang sama dapat melatih otot leher dan pinggang serta perut bayi baru lahir, selain itu juga membantu perkembangan intelektual. Namun, tidur telentang juga rentan terhadap sesak napas, jadi tidur telentang tidak boleh terlalu lama, dan perlunya seseorang untuk menjaganya, dan lebih banyak pengamatan terhadap situasi pernapasan mereka, untuk menghindari bahaya. Singkatnya, perubahan posisi bayi yang baru lahir secara teratur lebih kondusif untuk perkembangannya, tidak disarankan penggunaan posisi tidur dalam jangka panjang. Jika orang tua membiarkan bayi tidur telentang, ingatlah untuk menghindari penggunaan tempat tidur yang empuk, jangan gunakan bagian tengah bantal yang cekung, dan sebaiknya hindari sesuatu yang dapat menutupi wajah, mulut, dan hidung bayi.