Apa yang harus dipertimbangkan dalam diet pasien onkologi?

Pasien dengan tumor mengkonsumsi banyak energi dan oleh karena itu perlu meningkatkan protein dan kalori mereka sebanyak 20% lebih banyak dari biasanya. Jika malnutrisi telah berkembang, lebih banyak protein akan dibutuhkan. Asupan protein terbaik adalah protein nabati dan sedikit protein hewani. Perhatian juga harus diberikan untuk memilih makanan yang rendah lemak, garam, dan kaya akan vitamin dan garam anorganik, yang bermanfaat bagi pengobatan dan pemulihan pasien tumor. Selain faktor nutrisi yang disebutkan di atas, perhatian juga harus diberikan untuk memanfaatkan sepenuhnya zat anti-kanker dalam makanan saat mengatur diet pasien tumor. Beberapa makanan dapat memicu kanker, sementara makanan lainnya dapat melawan kanker. Pasien tumor harus berusaha menghindari makanan yang memicu kanker dan makan lebih banyak makanan yang dapat melawan kanker. Menurut penelitian, makanan anti kanker yang umum termasuk sayuran silangan (seperti kubis dan kembang kol), lobak, bawang putih, plum asam, kedelai, daging sapi, jamur, asparagus, biji coix, dan sebagainya. Diet pasien tumor tidak hanya berfokus pada isinya, tetapi juga harus mempertimbangkan preferensi dan lingkungan tempat mereka makan. Makan makanan favorit dapat meningkatkan sekresi asam lambung, yang dapat meningkatkan nafsu makan dan meningkatkan penyerapan serta pemanfaatan makanan. Selain itu, lingkungan makan juga dapat memengaruhi nafsu makan pasien, sehingga lingkungan makan yang menyenangkan harus diciptakan untuk pasien. Makanan pasien tumor dapat berupa nasi biasa, nasi lunak, makanan semi-cair, dan makanan cair, yang harus disediakan sesuai dengan kondisi spesifik pasien dan kemampuan pencernaan serta penyerapannya. Sebagai contoh, beberapa pasien kanker paru-paru stadium lanjut rentan tersedak dan batuk saat makan, yang membuat mereka takut untuk makan, sehingga mereka harus diberikan nasi lunak atau makanan semi-cair yang lembut dan kering. Pasien radioterapi wajah memiliki air liur yang lebih sedikit, tenggorokan kering dan nyeri serta kesulitan menelan, sehingga makanan mereka harus lebih encer dan lebih dingin. Karena perawatan yang berbeda yang diterima oleh pasien tumor, diet juga harus sesuai dengan metode perawatan tertentu. Sebagai contoh, pasien yang menjalani radioterapi dan kemoterapi sering kali memiliki rasa yang tidak normal dan anoreksia, dan semua yang mereka makan menjadi pahit atau terasa tidak enak. Cara mengatasinya adalah dengan mengonsumsi lebih banyak makanan berprotein tinggi, bergizi tinggi, serta buah-buahan dan sayuran segar; menambahkan bumbu pada makanan, membuat lebih banyak makanan dengan warna, rasa, dan bentuk yang bagus untuk membangkitkan nafsu makan, minum segelas kecil minuman asam sebelum makan dapat berperan sebagai penambah selera makan, dan memberi pasien seng dan vitamin B kompleks dalam jumlah yang tepat, yang juga dapat meningkatkan indera pengecap dan meningkatkan nafsu makan.