Garis vertikal pada kuku belum tentu merupakan penyakit, tetapi mungkin merupakan fenomena fisiologis normal dan harus dianalisis berdasarkan kasus per kasus. Garis vertikal pada kuku paling sering terlihat sebagai fenomena fisiologis, ketika tekstur kuku tidak berubah, dan seiring bertambahnya usia kuku, garis-garis longitudinal akan muncul. Selain itu, garis vertikal pada kuku bisa disebabkan oleh kuku yang kurang berkembang, anemia dan malnutrisi. Pada kasus yang ringan, hipoplasia kuku ditandai dengan garis vertikal yang tersebar pada kuku dengan tekstur dangkal yang sulit dibedakan tanpa pengamatan yang cermat, sedangkan pada kasus yang lebih parah, kuku memiliki tekstur yang kasar dan garis vertikal yang lebih jelas, dengan arah pertumbuhan kuku yang berbeda dan ketidaksejajaran antara garis vertikal. Pasien harus meningkatkan nutrisi, menghindari pilih-pilih makanan, makan lebih banyak makanan kaya vitamin dan melengkapi dengan elemen jejak. Jika gejalanya lebih parah, mereka dapat dirawat di klinik dermatologi rumah sakit.