Dalam praktik klinis, pasien sering mengajukan pertanyaan: mengapa gigi bergerak padahal sudah tumbuh? Bagian gigi yang terbuka, yang disebut mahkota gigi, dan akar gigi, yang panjangnya sekitar dua kali panjang mahkota gigi, berakar di dalam lapisan gigi (tulang alveolar). Periodonsium mengandung pembuluh darah dan saraf, yang menyediakan nutrisi lokal. Mengapa gigi bergerak di dalam tulang gigi ketika terkena kekuatan eksternal? Pertanyaan ini sebenarnya adalah dasar dari perawatan ortodontik. Mahkota gigi mengalami tegangan F ke kanan, perhatikan perubahan lebar periodonsium di kedua sisi. Kemudian periodonsium di dekat sisi kanan (zona A) berada di bawah tekanan, dan di bawah tekanan ini, periodonsium tertekan. Untuk meringankan keadaan tertekan ini, sel-sel di dalam periodonsium berdiferensiasi menjadi osteoklas, dan fungsi osteoklas adalah untuk memungkinkan tulang alveolar (area hitam) di area di bawah tekanan untuk diserap, dan saat tulang alveolar diserap, keadaan tertekan di zona tekanan akan berkurang. Pada zona retraksi (zona B), periodonsium diregangkan, menciptakan kecenderungan ruang lokal untuk meluas. Untuk mengurangi perluasan ini, sel-sel dalam periodonsium di zona retraksi berdiferensiasi menjadi osteoblas, yang berfungsi untuk menghasilkan endapan tulang alveolar di permukaan tulang alveolar (area merah). Dengan cara ini, lingkungan di sekitar gigi dikembalikan menjadi normal dan gigi kembali stabil. Kemudian, dari sudut pandang makroskopik, gigi bergerak ke arah ketegangan di bawah gaya tarikan. Oleh karena itu, ketika gaya tarikan terus berlanjut, aktivitas pematahan tulang dan pembentukan tulang terus berlanjut, maka gigi bergerak ke arah dan posisi yang telah kita tetapkan, yang pada akhirnya mencapai hasil ortodontik. Sebaliknya, tanpa aktivitas osteoblastik dan osteogenik dari tulang alveolar, tidak akan ada cara bagi gigi untuk bergerak sama sekali. Dari analisis di atas, jelaslah bahwa kecepatan pergerakan gigi tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya gaya tarikan F. Faktor pengendali yang mendasar adalah laju pertumbuhan tulang, yaitu semakin cepat laju resorpsi tulang pada daerah hitam/semakin cepat laju pengendapan tulang pada daerah merah, maka semakin cepat pula gigi bergerak. Sebaliknya, jika tulang tidak tumbuh, maka tidak ada jumlah tegangan F yang akan menghasilkan pergerakan gigi. Hal ini menjelaskan mengapa gigi anak-anak bergerak lebih cepat daripada gigi orang dewasa dan mengapa perawatan ortodontik lebih singkat untuk anak-anak daripada orang dewasa: laju pertumbuhan tulanglah yang memainkan peran penting. Benarkah semakin besar gaya tarik F, semakin cepat gigi akan bergerak? Jawabannya adalah hal ini benar hingga titik tertentu, tetapi jika gaya F melebihi titik tertentu, maka efeknya adalah sebaliknya. Jika gigi dikenai sejumlah gaya F, maka jika gaya tersebut ditingkatkan, gigi akan bergerak lebih lambat. Mengapa? (Akan dilanjutkan)