Patogen utama faringitis herpes pediatrik adalah virus coxsackie A. Hal ini biasanya terlihat pada bayi dan anak-anak, dengan demam tinggi, peningkatan air liur, ketidaknyamanan dalam menelan, penolakan susu, mudah tersinggung dan menangis. Bayi mungkin mengeluh sakit tenggorokan dan memiliki lesi khas pada faring, yang dimulai sebagai ruam merah yang tersebar dan kemudian berubah menjadi ruam herpes, berdiameter sekitar 2-4 mm, yang memecah menjadi ulkus pucat putih kekuningan yang dikelilingi oleh lingkaran merah, bervariasi jumlahnya, terutama pada lengkung faringopalatin, langit-langit lunak, amandel dan uvula. Demam berkurang setelah 2-4 hari dan bisul biasanya berlangsung selama 4-10 hari. Tes darah menunjukkan sel darah putih yang rendah atau normal dan neutrofil yang sedikit meningkat pada tahap awal, dan jika dikombinasikan dengan infeksi bakteri, baik sel darah putih maupun neutrofil dapat meningkat. Pengobatan dan perawatan umum: 1. Perhatikan istirahat, minum lebih banyak air, jaga suhu ruangan pada 22-26 ° C, dan hindari hembusan AC langsung pada anak. 2. Makanlah makanan yang mudah dicerna dan hindari makanan berminyak dan berprotein tinggi seperti ikan dan daging. 3. Perhatikan pembersihan lokal mulut, hidung dan mata untuk mengurangi kemungkinan infeksi bakteri sekunder. 4. Perhatikan isolasi peluit. 5.Demam 38,5 ℃ atau di atas dapat didinginkan dengan obat: ibuprofen atau acetaminophen, yang dapat diberikan untuk demam apa pun. Pendinginan fisik: kompres dingin pada kepala dan leher, usap air hangat pada leher, ketiak, akar paha dan lekukan kaki untuk mendinginkan area tersebut. 6. Dianjurkan untuk mencari pertolongan medis dalam waktu 24 jam. Pencegahan: Hindari tempat yang ramai dan berventilasi buruk; perhatikan isolasi peluit untuk mencegah infeksi silang. Anak-anak sering memakan tangan dan mainan mereka adalah salah satu penyebab herpes faringitis. Mencuci tangan dan mainan secara teratur dapat mencegah penyakit ini.