Berbicara tentang ablasi retina

  1. Apa yang dimaksud dengan retina?
  Retina adalah lapisan jaringan paling dalam pada dinding mata dan tidak hanya sangat tipis, tetapi juga memiliki struktur yang rumit dan kompleks. Di bawah mikroskop, retina dapat dibagi menjadi sepuluh lapisan, dengan lapisan terluar yang disebut epitel pigmen dan sembilan lapisan sisanya adalah neuroepitel. Dalam keadaan normal, terdapat celah potensial antara neuroepitel dan epitel pigmen retina.
  2. Apa yang dimaksud dengan ablasi retina?
  Ablasio retina mengacu pada pemisahan neuroepitel retina dari epitel pigmen karena berbagai penyebab. Jika tidak diobati, lapang pandang dapat hilang sebagian atau seluruhnya, atau bahkan buta.
  3. Jenis ablasio retina apa saja yang ada?
  Secara klinis, ablasio retina diklasifikasikan menjadi ablasio retina foraminogenik, ablasio retina akibat traksi, dan ablasio retina akibat eksudasi sesuai dengan penyebabnya, dan yang paling umum adalah ablasio retina foraminogenik.
  4. Apa saja faktor risiko ablasio retina?
  Ablasio retina yang berasal dari pori-pori terjadi berdasarkan pembentukan celah retina. Onsetnya berkaitan dengan degenerasi retina miopia tinggi, usia, genetika, degenerasi pencairan vitreous, dan trauma. Peradangan retina, peradangan koroid, perdarahan vitreus, tumor intraokular, penyakit pembuluh darah retina seperti retinopati diabetik, dan obstruksi pembuluh darah retina, semuanya dapat menyebabkan ablasio retina.
  5 . Apa saja gejala umum ablasi retina?
  Benda mengambang di depan mata, lampu berkedip di depan mata, lebih jelas di lingkungan gelap
  Kehilangan lapang pandang
  Kehilangan penglihatan
  Distorsi penglihatan
  6 . Tes apa saja yang diperlukan sebelum operasi ablasi retina?
  Ablasio retina merupakan lesi fundus yang kompleks dan harus diperiksa secara mendetail sebelum dilakukan penanganan. Berdasarkan hasil tes ini, dokter bedah akan dapat menentukan rencana perawatan dan prognosis.
  Tes fungsi visual
  Mikroskop lampu celah
  Fundoskopi langsung dan tidak langsung
  Triangulasi
  Pemeriksaan TIO dan ultrasonografi
  Pemeriksaan fisik
  7. Bagaimana penanganan ablasio retina?
  Tergantung dari luasnya ablasio retina, ada atau tidaknya traksi vitreoretina, proliferasi retina, dan tingkat keparahan ablasio, maka metode pembedahan yang berbeda akan dipilih, seperti plikasi ekstra-sklera, ligasi cincin sklera, dan vitrektomi.
  Untuk kasus yang kompleks, vitrektomi dilakukan dengan rongga vitreous yang diisi dengan gas inert (C3F8, C2F6) atau minyak silikon. Setelah pembedahan, posisi tertentu, seperti tengkurap atau semi-duduk, akan dilakukan untuk meningkatkan reposisi retina oleh tekanan ke atas dari gas inert atau minyak silikon.
  8 . Bagaimana prognosis ablasi retina?
  Ablasio retina harus ditangani dengan pembedahan segera setelah terdeteksi, karena jika tidak ditangani dengan pembedahan, maka akan menyebabkan hilangnya penglihatan secara total. Pemulihan penglihatan setelah operasi tergantung pada lokasi ablasi retina dan durasi ablasi. Prognosisnya lebih baik jika ablasio retina perifer tidak melibatkan makula, dan lebih buruk jika melibatkan makula.