Bagaimana penanganan wasir pada periode awal pascapersalinan?

Wasir pascapersalinan rentan terhadap perdarahan, pembengkakan, prolaps, dan bahkan wasir yang tumbuh ke dalam akibat sembelit dan pengerahan tenaga selama persalinan. Karena pertimbangan dampaknya terhadap menyusui dan janin, serta karakteristik sayatan perineum, operasi caesar, dan keluarnya darah pasca melahirkan, maka penanganan wasir pada masa nifas berbeda dengan penanganan pada pasien pada umumnya. Salah satunya adalah dengan menghindari penggunaan obat dalam yang dapat mengembalikan air susu atau mengurangi air susu, seperti malt dan kuncup biji-bijian dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Yang kedua adalah menghindari penggunaan beberapa obat yang dapat masuk ke dalam janin melalui ASI, seperti banyak obat pencahar dan obat flu yang dapat menyebabkan diare pada janin pada saat yang bersamaan. Banyak obat-obatan barat seperti antibiotik dapat masuk ke janin melalui ASI, menyebabkan reaksi obat yang merugikan seperti ruam dan alergi. Ketiga, sesedikit mungkin menggunakan obat pengasapan, terutama pada perineum yang terdapat luka atau belum keluarnya cairan ibu, agar tidak memicu infeksi. Keempat, lakukan perawatan dasar dengan baik, seperti mengatur pola makan dan buang air besar, hindari buang air besar secara paksa Nux vomica.