Penyebab, Diet dan Perawatan Jerawat

  1. Kemungkinan pemicu jerawat: a) Stres yang berlebihan, tidur terlalu larut malam, kecemasan emosional. b) Terlalu banyak asupan gula, produk susu, pati, gorengan, lemak, makanan pedas dan berat. c) Tidak ada kebiasaan perawatan kulit yang baik, pembersihan kulit yang tidak sempurna, pori-pori tersumbat. Atau pembersihan yang berlebihan, mencuci muka 3-5 kali sehari, menyebabkan kurangnya minyak dan air di kulit, malah mendorong produksi kelenjar sebaceous yang berlebihan. d) Jerawat yang dibersihkan sendiri dengan deretan jarum atau memencet jerawat, menyebabkan infeksi pori-pori, peradangan kulit, dan jaringan parut. e) Perubahan sekresi endokrin. Beberapa wanita mengalami peningkatan jerawat sebelum menstruasi, disertai dengan dismenore, dll. Mereka harus memeriksa hormon seks enam, dan sindrom ovarium polikistik.  2, strategi diet pasien jerawat: a) makanan kontraindikasi: berlemak, manis dan berminyak, minuman manis, gorengan, lemak, produk susu. b) Makanan yang cocok: makanan laut (kaya akan asam lemak tak jenuh ganda, dapat mengurangi sekresi sebum, anti-inflamasi), sayuran merah (seperti wortel dan tomat, keduanya harus dimasak, jika tidak tidak, tidak mudah diserap), sayuran berserat tinggi (seperti seledri, kubis, dll.).  3. Perawatan kulit berjerawat: a) Bersihkan kulit dengan hati-hati dan gunakan pencuci muka yang mengandung partikel scrubbing jika perlu untuk mengurangi penyumbatan pori-pori folikel. Tidak mudah untuk mencuci muka lebih dari 3 kali. b) Kulit berjerawat rentan terhadap jerawat dan jaringan parut di bawah aksi sinar UV, jadi pastikan untuk memperhatikan perlindungan terhadap sinar matahari.