Kutu kemaluan adalah parasit yang hidup di rambut manusia dan memiliki panjang sekitar 1 sampai 3 mm dan tidak bersayap. Disebut kutu kemaluan karena umumnya ditemukan di area kemaluan. Kutu kemaluan menyebar terutama melalui kontak seksual, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hubungan seksual sering kali menciptakan peluang bagi kutu kemaluan untuk mencari dan menginfeksi inang baru. Penyakit ini juga dapat ditularkan jika Anda berbagi tempat tidur dengan orang yang memiliki kutu kemaluan dan melakukan kontak dekat dengan mereka. Penyakit ini juga dapat ditularkan jika Anda bersentuhan dengan barang-barang yang terkontaminasi kutu kemaluan, seperti sprei, handuk, dan mangkuk toilet. Gejala terinfeksi kutu kemaluan antara lain sebagai berikut: 1. Gatal-gatal pada kulit. 2. Akan timbul jerawat pada kulit. 3, Bintik abu-abu kehijauan berukuran 0,2 sampai 2cm dapat terlihat. Rasa gatal biasanya menjadi penyebab utama, dan lama-kelamaan akan muncul papula dan bintik-bintik yang berubah warna. Jika penyakit ini terdeteksi, suami dan istri dapat mencukur rambut kemaluan dengan pisau cukur pada saat yang sama, membakarnya, lalu merebus pakaian dalam, sehingga dapat dibasmi dan mencegah infeksi ulang. Kemungkinan kutu kemaluan ditularkan melalui hubungan seksual adalah lebih dari 90 persen. Jika salah satu pasangan terinfeksi, pasangannya mungkin juga dalam masa inkubasi, sehingga disarankan agar kedua pasangan diobati pada saat yang sama untuk menghindari pengobatan yang tidak tuntas. Pakaian, sprei, dan barang-barang yang bersentuhan langsung dengan tubuh harus dicuci dengan air mendidih selama sekitar 10-20 menit.