Di masa lalu, ketika pasien bertanya, “Regimen kemoterapi mana yang lebih efektif untuk penyakit saya?” para ahli onkologi selalu merasa kesulitan untuk menjawabnya. Karena dokter hanya dapat mengandalkan tingkat remisi tumor dan tingkat kelangsungan hidup pasien untuk mendapatkan informasi tentang kemanjuran kemoterapi, tidak ada cara bagi dokter untuk menentukan sensitivitas pasien terhadap obat kemoterapi dan kemanjurannya jika tidak ada pengobatan. Namun, dengan munculnya teknologi chip gen, ahli onkologi telah menemukan cara untuk mendapatkan informasi tentang sensitivitas penyakit pasien terhadap obat sebelum pengobatan dimulai. Dokter juga dapat membuat asumsi tentang biologi tumor pasien dan menyusun rencana perawatan individual yang paling tepat untuk memaksimalkan tingkat kelangsungan hidup. Dengan demikian, cahaya penerangan untuk pengobatan tumor semakin terang. Penelitian saat ini menunjukkan bahwa tumorigenesis dan perkembangan adalah proses yang kompleks dengan keterlibatan multi-tahap dan multi-gen. Teknologi microarray gen dapat memindai ribuan gen dalam sampel tumor untuk mendapatkan informasi messenger RNA (asam ribonukleat) dan membuatnya tersedia untuk analisis eksperimental. Hasil yang diperoleh oleh para peneliti yang menggunakan metode analisis materi genetik ini memiliki akurasi hingga 80%. Hal ini memungkinkan para peneliti untuk memprediksi tidak hanya apakah obat tertentu efektif dalam memblokir tumor, tetapi juga untuk menentukan secara umum efektivitas kombinasi obat tertentu. Saat ini, meskipun teknologi untuk pengujian chip gen belum sepenuhnya matang dan belum mencapai tingkat popularitas global. Namun, pencapaiannya dalam beberapa aplikasi pengobatan tumor sudah sangat menarik. Sebagai contoh, dengan tes 21 gen untuk kanker payudara, dokter dapat menentukan manfaat kemoterapi bagi pasien mereka dan menyesuaikan rencana perawatan yang sesuai, dan dalam kasus tumor usus, tes chip gen memungkinkan dokter untuk memilih apakah akan menggunakan terapi yang ditargetkan secara molekuler. Meskipun teknologi microarray gen telah menunjukkan harapan yang besar, teknologi ini belum tersedia secara luas di seluruh dunia karena tes microarray gen mahal dan metode analisis data microarray gen masih dalam tahap eksplorasi, dan tidak ada metode yang ditemukan lebih baik dari semua metode lain dalam mengklasifikasikan data. Saat ini, tes ini paling sering digunakan untuk membantu dokter dalam memberikan dasar terapi untuk pengobatan tumor tertentu dengan memeriksa beberapa gen. Berkat upaya para dokter di pusat laboratorium kami, kini kami dapat melakukan sejumlah tes genetik, seperti sensitivitas obat platinum, tes gen K-ras dan tes gen EGFR, dengan harga yang terjangkau oleh pasien, dan banyak pasien yang telah merasakan manfaatnya. Di masa mendatang, Pusat Laboratorium kami akan terus mengembangkan teknologi pengujian genetik baru untuk menyinari pengobatan pasien tumor dengan lebih terang.