Kanker darah? Jangan takut! Empat hal yang harus dilakukan untuk menjadi “pejuang kecil” melawan kanker

  Leukemia, yang juga dikenal sebagai ‘kanker darah’, kini banyak dibicarakan. Bagi penderita leukemia, selain ketidaknyamanan fisik yang disebabkan oleh penyakit itu sendiri, stres mental sering kali tidak dapat diabaikan. Misalnya, pasien mungkin sering merasa lelah, lemah, khawatir tentang masa depan mereka atau bahkan depresi.  Alih-alih meringankan kondisi tersebut, memanjakan diri dalam kekhawatiran yang tidak perlu sepanjang hari dapat menurunkan daya tahan tubuh dan bahkan memperparah kondisi tersebut. Daripada demikian, lebih baik menjaga diri sendiri, merasa nyaman dan menikmati saat ini. Saya berharap bahwa penderita leukemia tidak akan membiarkan penyakit ini menjatuhkan mereka dan menjadi “pejuang kecil” yang positif dan berani melawan kanker. Saya ingin menawarkan beberapa saran tentang diet, olahraga dan psikologi bagi ‘petarung kecil’ yang bingung, dengan harapan dapat membantu Anda untuk mengalahkan penyakit ini.  Menjaga pola makan yang sehat Pola makan bergizi membuat kita lebih kuat, lebih tangguh dan membantu kita pulih. Makanan yang ideal meliputi: protein, karbohidrat dan lemak ‘baik’.  Protein meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Unggas, ikan, kacang-kacangan dan telur, serta daging tanpa lemak, semuanya merupakan pilihan yang baik.  Karbohidrat memberi kita energi. Kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian adalah makanan yang sangat baik dan sehat.  Lemak “baik” tidak hanya memberi kita energi, tetapi juga mengangkut beberapa vitamin ke seluruh tubuh. Kita bisa mendapatkan lemak “baik” dari minyak bunga matahari, minyak zaitun, minyak safflower, minyak canola dan alpukat.  Jangan makan makanan yang tidak sehat seperti camilan tinggi garam, permen dan daging tinggi lemak. Penting juga untuk menghidrasi tubuh, khususnya dalam kasus muntah dan diare. Hal ini akan mencegah dehidrasi. Hindari minum-minuman keras dan merokok serta hentikan kebiasaan buruk.  Makanan tinggi lemak dan tinggi garam, kurangi makan, kurangi makan, kurangi makan~ Cara mengatasi efek samping pengobatan Proses kemoterapi dapat menyebabkan banyak efek samping kemoterapi, seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, sariawan, konstipasi atau diare, yang pada gilirannya dapat menyebabkan malnutrisi, yang akan menyebabkan penurunan daya tahan tubuh dan waktu pemulihan yang lama, lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.  Jika hal ini terjadi, disarankan untuk makan dalam porsi yang lebih kecil dan lebih sering untuk mendapatkan nutrisi yang memadai. Makanlah makanan yang kaya protein, kalori dan nutrisi, seperti kacang-kacangan campuran, selai kacang dan keju. Jika makan menyebabkan rasa sakit, minumlah shake tinggi kalori dan tinggi protein.  Neutrofil dalam darah kita melindungi tubuh kita dari beberapa bakteri dalam makanan. Beberapa orang dengan leukemia memiliki tingkat neutrofil yang rendah dan perlu berhati-hati dengan diet mereka: 1. Makanlah sayuran dan buah yang dimasak atau direbus, atau buah kaleng dan jus; 2. Selalu masak daging, ikan dan telur; 3. Makanlah hanya keju, yoghurt dan susu yang dipasteurisasi.  4. Hindari makanan yang dimasak. Jika Anda mengalami kesulitan, konsultasikan dengan ahli diet kami yang dapat mengembangkan pola makan sehat yang masuk akal berdasarkan kebutuhan tubuh Anda.  Tetap aktif Orang sering berpikir bahwa olahraga di luar ruangan tidak cocok untuk penderita leukemia karena takut ‘infeksi’. Namun demikian, olahraga yang tepat dapat membantu meredakan kelelahan dan membuat Anda merasa lebih baik. Olahraga dapat dimulai secara perlahan-lahan, seperti yang direkomendasikan oleh dokter Anda.  Durasi dan intensitas latihan bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kondisi tubuh. Bertujuan untuk 30 menit latihan aerobik sedang setiap hari.  Menjaga suasana hati yang bahagia Dalam praktik klinis, adalah hal yang umum untuk melihat pasien yang takut, stres, cemas dan marah. Tapi ingat! Jika Anda berada dalam suasana hati yang negatif dan tidak bisa menahan diri, Anda tidak harus menanggungnya sendirian. Bicaralah secara aktif dengan teman dekat, keluarga, dan tenaga kesehatan profesional Anda, terbukalah, lepaskan emosi Anda dengan tepat, dan bersikaplah positif!  Selain itu, Anda dapat mengelola emosi dan stres Anda dengan cara-cara berikut: Bersosialisasi. Pergi makan malam atau menonton film bersama teman. Meluangkan waktu setiap hari untuk melakukan sesuatu yang santai. Misalnya, mandi air panas, membaca buku, menonton film, menanam bunga, dll. Anda dapat mencatat perjalanan atau pengalaman Anda dalam buku catatan.  Anda dapat mencoba beberapa latihan yoga, meditasi atau pernapasan dalam.  Jika Anda masih merasakan banyak rasa sakit, aktiflah mencari bantuan dari dokter Anda.