Tinja kering sangat umum terjadi pada bayi baru lahir, tetapi juga merupakan masalah bagi ibu, karena dapat menyebabkan gangguan buang air besar dan bahkan fisura anus. Penting juga bagi para ibu untuk terus memperhatikan cara mengatasi masalah ini. Beberapa anak memiliki frekuensi buang air besar yang rendah karena mereka tidak banyak makan dan hanya buang air besar setiap dua atau tiga hari sekali, dan setelah dua hari tersebut tinja telah menguap dan mengering di dalam tubuh, sehingga solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memperbanyak makanan pendamping ASI yang bervariasi. Dalam beberapa kasus, hal ini terjadi karena komposisi makanan ibu tidak cukup ilmiah. Makanan yang kaya serat perlu disesuaikan, yaitu lebih banyak sayuran, lebih banyak serat, serta jumlah protein dan lemak yang tepat agar usus anak sehat. Para ibu juga perlu menghindari makan terlalu banyak makanan yang mudah membuat mereka alergi, yang juga merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan usus anak. Beberapa anak juga terlahir dengan megakolon kongenital, yang juga dapat menyebabkan buang air besar yang sulit dan berkepanjangan, sementara air di dalam tinja terlalu banyak diserap dan tinja menjadi sangat kering. Tentu saja, ada banyak penyebab konstipasi yang kompleks pada anak-anak dan penting untuk membawa anak Anda ke rumah sakit dan mencari nasihat profesional jika terjadi gejala yang tidak biasa.