Mengapa penyakit Parkinson memburuk dengan stres dan kecemasan?

Penyakit Parkinson adalah penyakit degeneratif yang umum terjadi pada sistem saraf pusat pada orang paruh baya dan lanjut usia. Patogenesis penyakit ini masih belum jelas, dan gejala klinis utamanya meliputi gejala motorik seperti tremor ekstremitas, kekakuan otot, gerakan lambat, dan postur tubuh yang tidak normal. Penyakit ini memburuk dari waktu ke waktu, dan gejala non-motorik (termasuk gejala kejiwaan seperti depresi, kecemasan dan halusinasi, sembelit, nyeri dan gangguan bicara) dan komplikasi motorik (fenomena end-of-agent, fenomena peralihan, anisocoria, dll.) juga dapat terjadi. Meskipun penyakit Parkinson tidak berakibat fatal, penyakit ini mempengaruhi kemampuan pasien untuk bekerja dan kualitas hidup. Jika tidak diobati, atau tidak ditangani dengan baik, maka akan meningkatkan bahaya bagi pasien. Oleh karena itu, kami berbicara tentang pengobatan ilmiah dan rasional dan mengadopsi rencana perawatan yang komprehensif, termasuk pengobatan, pembedahan, psikologi, rehabilitasi, dan perawatan, yang masing-masing tidak boleh dianggap enteng. Sebagai contoh, penyakit Parkinson dapat diperburuk oleh efek emosional yang merugikan, seperti ketegangan, kecemasan, dan kelelahan, yang memerlukan penyesuaian psikologis. Mengapa orang dengan penyakit Parkinson menjadi lebih buruk ketika mereka stres dan cemas? Hal ini karena ada reaksi seluruh tubuh yang terjadi ketika seseorang secara normal dirangsang oleh dunia luar dan menghadapi situasi darurat, termasuk sesak napas, detak jantung yang cepat, dan wajah memerah. Faktanya, ini adalah hasil dari eksitasi yang meluas pada sistem saraf simpatik kita, yang menyebabkan perubahan yang berbeda pada organ-organ di seluruh tubuh. Contohnya meliputi: organ peredaran darah (kardiovaskular): detak jantung yang cepat, peningkatan kontraksi otot jantung, penyempitan pembuluh darah perut dan kulit yang signifikan, dll. Pasien dengan penyakit Parkinson memiliki efek sebaliknya, karena mereka rentan terhadap gejala non-motorik seperti berkeringat banyak, hidung tersumbat, takikardia, sesak napas, gerakan pencernaan yang lambat, dan produksi kelenjar sebaceous dan keringat yang berlebihan, karena disfungsi yang melekat pada sistem saraf otonom (termasuk sistem saraf simpatis), yang memanifestasikan dirinya sebagai hiperfungsi saraf simpatis tertentu, dan dengan demikian diperparah oleh stres spermatik. Gejala-gejala ini diperburuk oleh ketegangan air mani. Gairah simpatik juga memperburuk gejala motorik, termasuk tremor anggota tubuh, karena peningkatan frekuensi impuls saraf dari otak. Oleh karena itu, penyesuaian psikologis juga penting untuk memperbaiki gejala penyakit Parkinson. Disarankan agar anggota keluarga menunjukkan lebih banyak perhatian kepada pasien dan membantunya menyesuaikan diri dengan penyakit Parkinson dan tidak membuatnya marah.