Lima hal yang tidak boleh dianggap enteng dalam pemulihan kanker

Kanker adalah penyakit yang sangat mengancam kehidupan dan kesehatan manusia, banyak pasien yang dapat pulih kembali ke kehidupan normal setelah menjalani serangkaian pengobatan klinis, tetapi kanker juga sangat mudah bermetastasis dan kambuh, sehingga meskipun sudah keluar dari rumah sakit dan kembali ke kehidupan keluarga, pasien harus tetap memperhatikan berbagai hal kecil dalam kesehariannya yang dapat menyebabkan kanker muncul kembali. Pasien kanker dalam masa pemulihan dapat memulai dari beberapa aspek berikut ini, sebagai berikut: a. Pengaturan pola makan Pengaturan pola makan juga sangat penting bagi pasien kanker, dan perhatian harus diberikan untuk mengonsumsi lebih banyak makanan yang bermanfaat bagi nutrisi tubuh. Misalnya, ikan, udang, jamur, kubis, jamur hitam, susu, susu kedelai, dan sebagainya. Makanan yang dikonsumsi harus ringan dan mudah dicerna, tanpa makanan yang terlalu berminyak atau pedas, dan yang terpenting, tidak merokok atau minum alkohol. Terapi diet dapat mengganti nutrisi yang tepat, memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh dan memobilisasi fungsi kekebalan tubuh, dan melalui terapi diet, pasien dapat menghindari kambuhnya kanker dan kanker lainnya. Jika pasien kanker tidak berolahraga dalam waktu yang lama, mereka akan menderita atrofi otot, kekakuan sendi dan degenerasi organ, yang akan menyebabkan kanker kambuh atau memburuk, sehingga mengancam nyawa mereka. Namun, intensitas latihan tidak boleh terlalu tinggi, karena terlalu banyak berolahraga tidak nyaman dan tidak baik untuk kesehatan pasien, sementara terlalu sedikit berolahraga tidak akan mencapai efek latihan. Oleh karena itu, secara umum dimungkinkan untuk mengatur latihan sesuai dengan detak jantung dan persepsi diri pernapasan. Sangat tepat untuk memiliki 90-100 detak jantung per menit, pernapasan yang lebih dalam dan lebih cepat tanpa sesak napas yang parah, perasaan yang baik tentang diri sendiri, sedikit rasa lelah tetapi tidak ada ketidaknyamanan yang signifikan. Jika detak jantung Anda melebihi 100 detak per menit dan Anda mengalami sesak napas dan ketidaknyamanan yang signifikan, Anda harus mengurangi intensitas latihan Anda atau berhenti secara bertahap. Jika Anda terus berlatih dan tekun, Anda akan mampu melawan efek kanker itu sendiri. Kontrol emosi Sangat penting untuk menjaga suasana hati yang baik dan optimis tentang kehidupan selama masa pemulihan. Emosi yang buruk akan secara langsung memengaruhi efek pengobatan dan prognosis. Jika seseorang marah atau cemberut dalam waktu yang lama, sel kanker juga akan mengambil keuntungan dari situasi tersebut dan pada akhirnya menyebabkan kekambuhan atau kemunduran kanker. Oleh karena itu, seseorang harus belajar untuk menyesuaikan diri dan mencoba untuk tidak memiliki terlalu banyak emosi negatif. Anda juga dapat memilih beberapa tempat wisata untuk merilekskan suasana hati Anda. Setiap orang biasanya memiliki reaksi fisik yang sama, yaitu melihat hal-hal yang indah atau pemandangan yang indah secara alami akan merilekskan suasana hati Anda. Jika Anda sulit mengendalikan emosi Anda, Anda mungkin ingin mencoba hal ini. Suka dan duka adalah ukuran kesehatan mental dan ukuran untuk melawan kanker. Penelitian telah menemukan bahwa 80% metastasis dan kekambuhan kanker terjadi dalam 3 tahun setelah operasi, 15% dalam 3-5 tahun dan 5% setelah 5 tahun. Oleh karena itu, meskipun Anda kembali ke kehidupan normal, Anda harus meninjau kembali kondisi kesehatan Anda pada waktunya. Misalnya, banyak orang yang suka berlatih yoga, ada yang suka berlatih Tai Chi, ada yang suka berlatih kaligrafi, ada yang suka membuat ilustrasi, dll. Hal-hal tersebut tidak hanya melatih kesabaran, tetapi juga menumbuhkan kesabaran, merilekskan tubuh dan pikiran, serta memperkuat kekebalan tubuh. Hal-hal ini tidak hanya melatih kesabaran, tetapi juga merilekskan pikiran dan tubuh serta memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga menghentikan dan menunda perkembangan penyakit, yang sangat bermanfaat untuk melawan kanker.