Kemoterapi adalah penggunaan obat kimia untuk mengendalikan pertumbuhan dan proliferasi jaringan tumor untuk tujuan mengobati tumor. Kemoterapi dapat efektif dalam mengendalikan pertumbuhan dan metastasis tumor, tetapi obat kemoterapi juga dapat bersifat toksik atau resisten.
Bagi sebagian besar pasien dengan kanker stadium lanjut, kemoterapi adalah pilihan pengobatan yang efektif. Dibandingkan dengan terapi suportif, kemoterapi tidak hanya memperpanjang kelangsungan hidup, tetapi juga membantu memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup.
Kemoterapi diberikan secara siklus, yang berarti bahwa pengobatan diberikan untuk jangka waktu tertentu, diikuti dengan istirahat sebelum melanjutkan ke siklus pengobatan berikutnya. Obat anti kanker diberikan secara oral atau intravena dan diedarkan ke seluruh tubuh. Beberapa pasien biasanya menerima kemoterapi di klinik rawat jalan rumah sakit atau di rumah, tetapi tergantung pada cara pemberiannya, obat yang dipilih dan kondisi kesehatan pasien, rawat inap di rumah sakit mungkin diperlukan.
Karena semua obat anti kanker bersifat toksik terhadap sel, obat ini dapat memiliki beberapa efek samping karena dapat membunuh sel kanker dan juga memengaruhi sel normal dalam tubuh kita. Efek samping ini biasanya terjadi seiring dengan meningkatnya dosis kumulatif obat yang Anda terima, tetapi akan berkurang atau menghilang setelah pengobatan selesai.
Apa yang harus Anda sampaikan kepada dokter Anda sebelum menerima kemoterapi?
Jumlah darah, fungsi hati dan ginjal Anda harus diuji sebelum kemoterapi untuk memastikan bahwa pengobatan ini layak dilakukan. Tinggi dan berat badan Anda akan diukur dan luas permukaan tubuh Anda akan digunakan untuk menghitung dosis yang sesuai untuk Anda.
Jika Anda memiliki salah satu dari kondisi berikut ini, mohon informasikan kepada dokter Anda terlebih dahulu.
1. Pernah menderita penyakit usus lain atau riwayat obstruksi usus
2. Pernah mengalami reaksi alergi selama kemoterapi di masa lalu
3. Sedang hamil atau menyusui
4. Memiliki masalah hati
5. Penggunaan obat lain yang tidak diresepkan oleh dokter Anda
Pertanyaan yang Sering Diajukan
T: Dapatkah saya mengonsumsi makanan kesehatan (misalnya propolis) atau suplemen herbal?
J: Jika Anda menggunakan makanan khusus, harap perhatikan bahan-bahannya dan beritahukan kepada dokter Anda. Beberapa makanan (misalnya propolis sering dilarutkan dalam alkohol, minuman kaleng mengandung gula dan garam berlebih) dapat memperburuk diabetes atau tekanan darah tinggi yang sudah ada, alih-alih menjadi tonik. Bahkan jika beberapa makanan memang memiliki khasiat penyembuhan, makanan tersebut dapat mengganggu efek pengobatan dan menjadi beban tambahan bagi tubuh. Faktanya, diet seimbang adalah sumber nutrisi terbaik.
T: Apa yang harus saya makan agar bernutrisi?
J: Makanlah dalam porsi kecil dan sering dengan protein tinggi (ikan, daging, kacang-kacangan, telur, dan produk susu) dan makanan berkalori tinggi. Penting untuk memiliki keseimbangan dan variasi makanan yang baik. Cobalah untuk membuatnya mudah dimakan dan meningkatkan nafsu makan.
Kami merekomendasikan 1 butir telur per hari, dikukus, ditumis, dan direbus, 2 cangkir susu atau susu kedelai 200 cc (seukuran gelas minum), 3 kali makan kedelai atau daging (ikan laut dalam lebih bernutrisi), dan daging seukuran tangan (tidak termasuk jari) per hari. Kacang-kacangan, sayuran, atau produk kedelai seperti tahu tidak masalah; vegetarian harus makan lebih banyak biji-bijian, sayuran bawah tanah, dan jamur, seperti biji wijen, almond, gandum, kenari, kastanye, ubi, dll. (Silakan berkonsultasi dengan ahli diet atau ahli kesehatan untuk mendapatkan informasi)
T: Apakah tubuh saya akan terlalu lemah untuk menjalani kemoterapi setelah operasi? Kapan waktu terbaik untuk memulai perawatan?
J: Kemoterapi dapat dimulai segera setelah luka sembuh dengan baik setelah sayatan.
T: Dapatkah saya menerima kemoterapi jika saya menderita flu?
J: Tergantung pada tingkat keparahan flu dan daya tahan tubuh Anda (jumlah sel darah putih), dokter akan memutuskan apakah Anda dapat memulai pengobatan. Catatlah gejala-gejala yang Anda alami dan beritahukan kepada dokter Anda mengenai kondisi Anda.