Apakah saya kandidat untuk operasi laser?

Pembaharuan teknik dan peralatan bedah yang terus menerus, terutama penggunaan laser femtosecond, telah meningkatkan keamanan, akurasi, dan prediktabilitas pembedahan, sehingga bedah laser kornea telah benar-benar memasuki “era tanpa pisau”. Meskipun keamanan dan efektivitas pembedahan telah diakui oleh semua orang, pemeriksaan pra operasi yang sempurna dan pemahaman yang ketat tentang indikasi dan kontraindikasi pembedahan masih sangat penting untuk keberhasilan pembedahan. Mari kita lihat indikasi untuk dua jenis operasi utama. Indikasi untuk keratomileusis lamelar: 1. Pasien memiliki keinginan untuk melepaskan lensa dan memiliki harapan yang wajar untuk hasil pembedahan. 2. Usia ≥ 18 tahun (kecuali untuk kondisi khusus: seperti persyaratan karier, kelainan refraksi tinggi, penyakit kornea yang memerlukan perawatan laser, dll.). 3 . Status refraksi pada dasarnya stabil (peningkatan tahunan kelainan refraksi rabun tidak melebihi 0,50D) selama lebih dari 2 tahun. 4, kelainan refraksi: miopia ≤ -12.00 D, astigmatisme ≤ 6.00 D, hiperopia ≤ 6.00 D. Jumlah miopia dan astigmatisme pada operasi SMILE adalah ≤ 10.00 D. Indikasi untuk keratokonus epiretinal: 1, pada dasarnya sama dengan operasi lamelar, kelainan refraksi yang direkomendasikan adalah ≤ -8.00 D. Kebutuhan pekerjaan khusus, seperti atlet dengan antagonisme yang kuat, polisi bersenjata, dan sebagainya. 3, Kondisi khusus seperti kornea tipis, celah kelopak mata kecil, rongga mata dalam, dll. Tidak mudah untuk melakukan operasi laminar. 4, Operasi peningkatan diharapkan sisa stroma yang tersisa terlalu tipis, sedangkan ketebalan flap kornea cukup. 5, Penyakit kornea superfisial yang disertai kelainan refraksi.