Penyebab umum ketidaksuburan

Menurut panduan EAU (European Association of Urology) mengenai infertilitas pria (edisi 2012), penyebab penurunan kesuburan pria meliputi: kelainan genitourinari bawaan atau yang didapat, infeksi genitourinari, suhu skrotum yang meningkat (misalnya varikokel), kelainan endokrin, kelainan genetik, dan faktor imunologis. Namun, masih ada 30% hingga 40% pasien dengan penyebab yang tidak diketahui, yaitu infertilitas pria idiopatik. Penyakit umum yang menyebabkan infertilitas pria antara lain: 1. Disfungsi spermatogenesis Disfungsi spermatogenesis merupakan jenis penurunan kesuburan pria yang paling umum terjadi, kecuali gangguan spermatogenesis yang disebabkan oleh gangguan hipotalamus-hipofisis dan penyumbatan pada saluran reproduksi pria. Disfungsi spermatogenesis adalah jenis penurunan kesuburan pria yang paling umum. Disfungsi spermatogenesis sebagian besar dimanifestasikan sebagai azoospermia non-obstruktif dan oligozoospermia berat. Penyakit genetik meliputi kelainan kromosom, cacat genetik, dan penyakit genetik lainnya yang tidak diketahui penyebabnya. Azoospermia obstruktif (OA) adalah suatu kondisi di mana tidak ada spermatozoa atau sel spermatogenik yang terdeteksi dalam air mani atau air seni pasca ejakulasi akibat obstruksi vas deferens bilateral. 4. Varikokel Varikokel adalah penyakit umum pada pria yang berhubungan dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan testis ipsilateral, rasa sakit dan ketidaknyamanan, serta dapat menyebabkan kemandulan. Insiden penyakit ini adalah 11,7% pada pria dewasa dan 25,4% pada mereka yang memiliki analisis air mani yang abnormal. Kriptorkismus Kriptorkismus adalah penyakit bawaan yang paling umum pada organ reproduksi pria, dan paling sering terjadi pada bayi prematur. 6, infertilitas pria idiopatik Selain sindrom spermatozoa menyimpang oligo-lemah idiopatik, infertilitas tanpa penyebab yang jelas adalah infertilitas idiopatik, dan pasien semacam ini menyumbang setidaknya 44% dari pasien infertilitas pria. 7, infeksi kelenjar aksesori pria Infeksi saluran genitourinari pria adalah penyakit yang berpotensi dapat disembuhkan yang dapat menyebabkan infertilitas pria, WHO percaya bahwa infeksi kelenjar aksesori pria (MAGI) termasuk uretritis, prostatitis, orkitis, epididimitis. Namun, tidak ada data yang menunjukkan bahwa penyakit-penyakit ini memiliki dampak negatif terhadap kualitas air mani dan kesuburan pria, dan Pedoman ini menekankan bahwa hubungan antara uretritis dan prostatitis dengan infertilitas pria tidak jelas. 8, gangguan ejakulasi Gangguan ejakulasi adalah penyebab penting tetapi tidak umum dari infertilitas pria, dan dibagi menjadi non-ejakulasi, frigiditas, ejakulasi tertunda, ejakulasi retrograde, ejakulasi dini, dan nyeri ejakulasi.