Pemeriksaan khusus untuk kista pankreas terutama meliputi pemeriksaan klinis, pemeriksaan pencitraan dan tes laboratorium. Kista pankreas dapat berhubungan dengan perkembangan bawaan, pankreatitis atau tumor, dan sebagian besar merupakan lesi yang stabil. Hal-hal yang ditinjau adalah sebagai berikut: 1. Pemeriksaan klinis: jika kista bertambah besar dan menyebabkan tekanan di sekitarnya, maka dapat menyebabkan nyeri tekan dan massa lokal, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan klinis untuk menilai lesi. 2. Pemeriksaan pencitraan: terutama meliputi USG, CT dan MRI, untuk mengamati secara langsung ukuran kista pankreas dan hubungannya dengan jaringan di sekitarnya, dan menentukan apakah diperlukan intervensi lebih lanjut. 3. Pemeriksaan laboratorium: pemeriksaan darah seperti pemeriksaan darah rutin, amilase dan protein C-reaktif diperlukan untuk menentukan apakah ada aktivitas; selain itu, pemeriksaan penanda tumor (seperti CA199) dapat dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan lesi tumor. Jika kista pankreas disertai dengan nyeri perut yang nyata dan fungsi pencernaan yang abnormal, maka perlu berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk observasi dan pengobatan standar di bawah bimbingan dokter.