Dalam keadaan normal bayi tidak memiliki bau mulut. Walaupun bau mulut bukanlah penyakit sederhana, namun ini bisa menjadi tanda peringatan dari satu atau lebih penyakit, seperti sariawan, konstipasi atau diare, jadi penting untuk memperhatikannya. Ada beberapa penyebab bau mulut pada bayi: salah satunya adalah gangguan pencernaan, yang menyebabkan “refluks lambung”, melepaskan bau busuk makanan dari perut. Kedua, mulut yang tidak dibersihkan dengan benar, bakteri berkembang biak, menghasilkan bau mulut yang mudah menguap. Ketiga, penyalahgunaan antibiotik dapat menyebabkan disbiosis dalam saluran pencernaan, dengan bakteri normal, seperti lactobacilli, ditekan, sementara bakteri lain-lain tumbuh dan berkembang biak. Hepatitis atau penyebab kerusakan hati lainnya dapat menyebabkan anak menghembuskan bau yang mirip dengan telur busuk, yang mengindikasikan gangguan fungsi hati yang parah. Anak-anak penderita diabetes yang mencapai tahap ketoasidosis dapat menghembuskan bau apel busuk. Sebagian anak yang menderita sinusitis, tonsilitis purulen dan penyakit lainnya, mungkin juga mengalami halitosis purulen, ketika ulkus, erosi dan nanah terbentuk pada lesi. Hal ini mengharuskan orang tua untuk lebih memperhatikan observasi dan membawa anak ke rumah sakit dalam waktu yang lama untuk menghindari keterlambatan kondisi anak.