(Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan ilmiah, untuk melindungi privasi pasien, informasi yang relevan dalam konten berikut ini telah diproses) Abstrak: Pasien adalah seorang wanita, berusia 16 tahun, dengan kebotakan lokal yang dibentuk oleh jaringan parut setelah trauma kepala selama 15 tahun, dan didiagnosis dengan alopecia keloid setelah pemeriksaan, dan disarankan untuk menjalani perawatan bedah. Pemeriksaan pra operasi difokuskan pada tengkorak untuk mengetahui adanya cacat, dan ketebalan kulit kepala yang terluka, untuk menentukan rencana operasi yang spesifik, diikuti dengan transplantasi rambut, proses pembedahan berjalan dengan lancar, pemulihan pasca operasi berjalan dengan baik, area bekas luka pertumbuhan rambut pasien, dan penampilan gambar membaik secara signifikan. 【Informasi dasar】 Wanita, 16 tahun 【Jenis penyakit】 Bekas luka alopecia 【Kunjungan rumah sakit】 Rumah Sakit Afiliasi Pertama Rumah Sakit Umum Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok 【Waktu kunjungan】 Mei 2018 【Rencana perawatan】 Transplantasi rambut 【Siklus perawatan】 Perawatan rawat inap selama 3 hari 【Efek perawatan】 Rambut tumbuh di daerah bekas luka, dan penampilan serta citra membaik secara signifikan I. Wawancara awal Pasien wanita, 16 tahun, kebotakan lokal akibat bekas luka setelah trauma kepala Pada usia 15 tahun, ketika ia berusia sekitar 1 tahun, kepalanya terjatuh ke atas kompor, dan bekas luka tersebut sembuh setelah perawatan di rumah sakit setempat, tetapi tidak ada pertumbuhan rambut lokal. Pada pemeriksaan, terlihat area jaringan parut yang luas di bagian atas daerah oksipital posterior, yang keras, berwarna pucat, dan berukuran sekitar 5×10 cm, dengan depresi yang jelas dan teraba di permukaan, yang mendiagnosis alopecia keloid. Sebelum operasi, perlu dilakukan pemeriksaan pra operasi untuk menentukan apakah ada cacat pada tengkorak untuk menentukan apakah cocok untuk dioperasi dan untuk menentukan rencana operasi. Radiografi digital menunjukkan bahwa tengkorak masih utuh, tetapi kulit bekas luka sangat tipis, dengan bagian tertipis hanya 0,9 mm. Pemeriksaan pra operasi pada kulit kepala pasien tidak menunjukkan adanya peradangan yang jelas, dan tidak ada kelainan yang ditemukan setelah pengambilan sampel darah untuk memeriksa darah rutin, pembekuan darah, dan kekebalan tubuh, sehingga pasien menjalani transplantasi rambut setelah menyelesaikan pemeriksaan pra operasi. Pasien menjalani transplantasi rambut dengan anestesi lokal, dan perhatian diberikan pada penanaman folikel rambut di area bekas luka yang tipis. Operasi berjalan dengan lancar, tidak ada rasa tidak nyaman yang nyata selama operasi, dan pasien pulih dengan baik setelah operasi. Sebelum operasi, pasien memiliki bekas luka kulit kepala yang besar di bagian belakang area oksipital, tanpa pertumbuhan rambut di permukaannya, yang secara serius mempengaruhi penampilannya. Untuk menutupi bekas luka tersebut, pasien selalu memakai rambut panjang, yang sangat panas dan pengap di musim panas, dan dia juga memiliki rasa rendah diri. Setelah transplantasi rambut, rambut secara bertahap tumbuh di area bekas luka untuk menutupi area bekas luka, secara signifikan meningkatkan penampilan dan secara bertahap menghilangkan rasa rendah diri pasien. Setelah menerima perawatan, pasien harus menunggu selama 6-8 bulan sebelum bekas luka dapat sepenuhnya tertutup, disarankan untuk menjaga kesabaran. Keempat, tindakan pencegahan Setelah perawatan transplantasi rambut, area bekas luka pertumbuhan rambut pasien, jelas meningkatkan penampilan, sebagai dokter merasa sangat senang. Namun, pasien diingatkan bahwa perlu beberapa waktu agar rambut tumbuh sepenuhnya. Selama masa pemulihan, perhatian harus diberikan pada perlindungan area operasi, dan rambut dapat dicuci pada hari ke-5 setelah operasi, tetapi harus berhati-hati untuk bergerak dengan lembut dan menghindari penggunaan perlengkapan mandi yang mengiritasi. Dalam waktu 6 bulan, sebaiknya kurangi makan makanan yang pedas dan merangsang, agar tidak merangsang luka yang menyebabkan ketidaknyamanan. Pasien dapat berbaring untuk tidur, dan area belakang kepala dapat diremas dengan tepat, tetapi hindari pemerasan yang terlalu lama. Akar folikel rambut mulai tumbuh kembali 2-3 bulan setelah operasi, dan membutuhkan waktu 6-8 bulan untuk semuanya tumbuh kembali, jadi pasien tidak perlu terburu-buru. V. Persepsi pribadi Pasien dalam kasus ini termasuk dalam alopecia jaringan parut umum pada kepala karena cedera masa kanak-kanak, seringkali karena cedera relatif lama, tidak hanya mempengaruhi penampilan dan citra, tetapi juga cenderung mempengaruhi kesehatan mental. Dalam kasus seperti itu, perlu dilakukan perbaikan sesegera mungkin untuk menghindari kerusakan citra psikologis pasien, dan disarankan untuk menyelesaikan operasi sesegera mungkin jika pasien dapat mentolerir anestesi lokal dan bekerja sama dengan operasi. Transplantasi rambut adalah pengobatan yang ideal untuk alopecia parut, dan pilihan terbaik adalah perluasan jaringan dan transplantasi rambut, atau kombinasi keduanya, tergantung pada situasi spesifik pasien, untuk menentukan rencana perawatan yang paling sesuai untuk mencapai hasil perawatan terbaik.